
BALAI Penyelidikan dan Pengembangan Tekonologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta mencatat, pada Minggu (9/11) siang terjadi awan panas guguran di Gunung Merapi.
Menurut BPPTKG teramati 4 kali awan panas guguran yang mengarah ke hulu Sungai Krasak dengan jarak luncur maksimal 2.000 meter dan 2 kali guguran lava yang mengarah ke hulu Sungai Krasak dengan jarak luncur maksimal 1.000 meter.
“Awan panas guguran ini, tercatat durasi paling lama 188,56 detik,” kata Petugas Pos Pengamatan Gugung Merapi Susanta Yulianto, Minggu (9/11).
Ia menjelaskan lagi, dalam periode pengamatan pukul 12.00 – 18.00 itu, cuaca di kawasan puncak cerah dan berawan. “Angin bertiup tenang ke arah timur. Suhu udara 19.3-20.9 °C, kelembaban udara 98.7-99 persen, dan tekanan udara 871.8-915.1 mmHg. Volume curah hujan 57 mm per hari,” katanya.
Sementara kegempaan tercatan, 4 kali gempa awan panas guguran, 29 kali gempa guguran dan 14 kali gempa hybrid. Hingga saat ini, BPPTKG masih mempertahankan Gunung Merapi dalam status Siaga atau Level III. (AGT/N-01)







