
ALIANSI Mahasiswa Nusantara (AMAN) Koordinator Wilayah Jawa Tengah menggelar Dialog Kebangsaan sebagai bentuk refleksi dan dukungan terhadap satu tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Kegiatan yang digelar di Semarang ini mengangkat tema “Pemerintahan Prabowo-Gibran: Kebijakan, Harapan, dan Dukungan Kaum Muda.” Acara tersebut dihadiri oleh perwakilan mahasiswa dari berbagai kampus di Jawa Tengah, akademisi, serta aktivis muda.
Sekretaris Jenderal AMAN Jawa Tengah, Wafiq Akbar Hasibuan, menyampaikan bahwa kepemimpinan Prabowo-Gibran menjadi langkah penting dalam memperkuat birokrasi nasional.
“Kepemimpinan Prabowo dan Gibran merupakan revitalisasi bagi birokrasi Indonesia agar semakin efisien dan tepat sasaran,” ujarnya.
Sementara itu, Toni, Ketua Himpunan Mahasiswa Sumatera Utara UIN Walisongo, menilai pemerintahan saat ini membawa ekspektasi besar, terutama dari kalangan pemilih muda.
“Pemerintahan ini dilantik dengan membawa ekspektasi besar, terutama dari segmen pemilih muda yang menjadi salah satu basis pendukung utamanya,” katanya.
Dari kalangan akademisi, Juang Abdi, dosen FISIP Universitas Diponegoro, menilai tantangan terbesar pemerintahan saat ini adalah menjaga konsistensi dalam menepati janji kampanye.
“Janji kampanye kini dihadapkan pada realitas fiskal, sementara agenda pemberantasan korupsi dan penegakan demokrasi diuji oleh konsistensi,” jelasnya.
Aktivis mudaAffiq Malik, Ketua BEM FIB 2024, menambahkan bahwa kaum muda kini berada di titik refleksi terhadap arah pemerintahan.
“Kaum muda, yang awalnya menaruh harapan besar, kini berada di persimpangan jalan,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan pentingnya menumbuhkan optimisme generasi muda menuju Indonesia Emas 2045.
Sebagai penutup, peserta dialog menyerahkan rekomendasi kebijakan kepada pengurus AMAN Jawa Tengah secara simbolis. Kegiatan ditutup dengan deklarasi bersama, Mahasiswa Bersatu, Nusantara Kuat, Indonesia Emas, Aman Jateng. (Htm/S-01)







