Nonaktifan Kepsek, Gubernur dan Wagub Banten Digeruduk Netizen

AKUN media sosial Gubernur Banten Andra Soni dan Wagub Banten Achmad Dimyati menjadi bulan-bulan netizen (warganet). Keputusan kontorversial mereka untuk menonaktifkan kepala sekolah SMAN 1 Cimarga dinilai seperti membenarkan pelanggaran.

Andra Soni sebelumnya diberitakan untuk menonaktifkan Kepsek dengan alasan telah menampar siswa yang ketahuan merokok. Ia juga mendukung kemungkinan pemberian sanksi untuk sang Kepsek. Sebaliknya, siswa yang merokok tidak disinggung sama kali.

Alhasil, warganet pun mempertanyakan keputusan yang diambil oleh Andra Soni. Dalam kolom komentar akun instagram @andrasoni12, netizen menumpahkan kekecewaannya pada orang nomor satu di Banten tersebut.

Netizen kecewa

“Keputusan terkocak, berarti menormalisasikan ngerokok di sekolah pak,” kata akun Nur***

BACA JUGA  Andra Soni, si Anak Petani yang Bermimpi Majukan Banten

“Nonaktifkan Wagub Banten, secara tidak langsung mendukung murid yang merokok ??” tulis andri****

“Pak besok-besok jangan kaget kalau banyak kasus bermunculan murid makin berani ngerokok bahkan lebih dari itu, ingat pak keputusan salah bisa berakibat fatal,” ujar akun Iw***

“Waduh Banten, kualitas gubernur kalian ini, yang salah dibela, gak malu apa kalian? @hotman911official waktunya turun gunung,” kata akun rsar****

Tengah diproses

Sebelumnya, Gubernur Banten Andra Soni menyampaikan keputusan penonaktifkan itu saat ditemui di KP3B, Curug, Kota Serang. Andra mengatakan telah memerintahkan Sekretaris Daerah (Sekda) dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Banten untuk memproses penonaktifan sang Kepala Sekolah.

“Saya sudah perintahkan, dan prosesnya sedang berjalan. Lebih jelasnya bisa ditanyakan ke Pak Sekda atau Dindik,” ujar Andra.

BACA JUGA  Ketika Netizen Asia Tenggara Bersatu Melawan K-Netz

Dipertanyakan

Sejumlah pihak pun mempertanyakan keputusan itu. Sebagian menilai hal itu diambil terlalu tergesa-gesa.

Ketua Kumala PW Rangkasbitung, Idham Mufarrij Haqim, menilai sanksi terhadap Kepsek tersebut tidak bijak.

Sementara itu, anggota DPRD Provinsi Banten Musa Weliansyah meminta Gubernur Banten Andra Soni memecat Plt. Kepala Dindikbud Provinsi Banten Lukman. Sebab dinilai tidak becus mengurus urusan sekolah.

Tuntutan tersebut disampaikan Musa dalam rapat Paripurna DPRD Provinsi Banten digedung DPRD Provins Banten, KP3B, Kecamatan Curug, Kota Serang, Selasa (14/10/2025).

Berakhir damai

Perseteruan, kepala sekolah dengan murid dan orangnya itu sendiri kini sudah berakhir damai. Kedua belah sudah sepakat untuk saling memaafkan di depan Gubernur Banten. (*/N-01)

BACA JUGA  Andra Soni, si Anak Petani yang Bermimpi Majukan Banten

Gubernur Banten, Andra Soni saat mendamaikan guru dan Kepala Sekolah SMAN 1 Cimarga. (Dok.Ist)

Dimitry Ramadan

Related Posts

Lolos dari Hadangan Kongo, Inggris Ditunggu Meksiko di Babak 16 Besar

INGGRIS akhirnya berhasil merebut tiket ke babak 16 besar Piala Dunia 2026. Meski begitu tiket tersebut tidak didapat Inggris dengan mudah. Saat menghadapi RD Kongo di Stadion Atlanta, Amerika Serikat,…

Waktu Pelatihan SPPI KDKMP Dipangkas dan Fokus ke Manajerial

KEMENTERIAN Pertahanan akhirnya mempersingkat waktu pelatihan kedisiplinan dan kepemimpinan bagi peserta Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) untuk program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), menjadi dua pekan. Wakil Menteri Pertahanan Donny…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Lolos dari Hadangan Kongo, Inggris Ditunggu Meksiko di Babak 16 Besar

  • July 2, 2026
Lolos dari Hadangan Kongo, Inggris Ditunggu Meksiko di Babak 16 Besar

Waktu Pelatihan SPPI KDKMP Dipangkas dan Fokus ke Manajerial

  • July 2, 2026
Waktu Pelatihan SPPI KDKMP Dipangkas dan Fokus ke Manajerial

PON 2028 Bakal Digelar di Tiga Provinsi

  • July 2, 2026
PON 2028 Bakal Digelar di Tiga Provinsi

Juarai AVC Men’s Cup, Timnas Voli Diharap Terus Tingkatkan Prestasi

  • July 2, 2026
Juarai AVC Men’s Cup, Timnas Voli Diharap Terus Tingkatkan Prestasi

Belanda Tersingkir di Fase Gugur, Koeman Pilih Mundur

  • July 1, 2026
Belanda Tersingkir di Fase Gugur, Koeman Pilih Mundur

Rayakan Hari Bhayangkara, Bupati Garut Apresiasi Pengabdian Polri

  • July 1, 2026
Rayakan Hari Bhayangkara, Bupati Garut Apresiasi Pengabdian Polri