
BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sebanyak sembilan jenazah berhasil dievakuasi dari reruntuhan bangunan Pondok Pesantren Al Khoziny, Sidoarjo, Jawa Timur.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan lima jenazah ditemukan pada Rabu (1/10), sementara empat lainnya berhasil dievakuasi pada Jumat (3/10). Seluruh jenazah dibawa ke RS Bhayangkara Surabaya untuk proses identifikasi.
“Tim SAR gabungan kembali menemukan empat korban dalam kondisi meninggal dunia. Keempatnya segera dibawa ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut,” kata Abdul Muhari, Jumat (3/10).
Berdasarkan data BNPB hingga Kamis (2/10) pukul 16.30 WIB, total korban yang dievakuasi mencapai 108 orang. Dari jumlah itu, 30 orang masih dirawat di rumah sakit, 73 orang sudah dipulangkan, lima orang meninggal dunia, dan 58 orang masih dalam pencarian.
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto bersama Menko PMK Pratikno telah menemui keluarga korban di posko darurat, Kamis (2/10). Dalam pertemuan tersebut, disampaikan hasil asesmen yang memastikan tidak ada lagi tanda-tanda kehidupan di lokasi kejadian.
“Tim SAR gabungan memutuskan masuk ke tahap selanjutnya, yaitu mengevakuasi korban yang sudah meninggal menggunakan alat berat. Keluarga korban sudah sepakat dan menandatangani berita acara,” ujar Suharyanto.
Operasi pencarian dan evakuasi dipastikan akan terus dilakukan hingga semua korban berhasil ditemukan.







