
SEBANYAK 566 mahasiswa baru Politeknik LPP Yogyakarta resmi mengawali masa perkuliahan dengan mengikuti Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun 2025 di Auditorium LPP Yogyakarta, Jalan Urip Soemohardjo, Senin (15/9).
PKKMB yang berlangsung lima hari ini bukan hanya seremoni penyambutan, tetapi juga strategi menyiapkan sumber daya manusia (SDM) unggul untuk sektor perkebunan nasional melalui kolaborasi pendidikan, pemerintah, dan industri.
Direktur Politeknik LPP Yogyakarta, Ir. Muhammad Mustangin, menyampaikan bahwa 62% dari mahasiswa baru tahun ini merupakan penerima beasiswa, mulai dari Beasiswa SDM Sawit BPDP, Beasiswa Tunas PTPN I, KIP Kuliah, Beasiswa Dana Pensiun Perkebunan (DAPENBUN), hingga Beasiswa RNI.
“Ini membuktikan Politeknik LPP berhasil mencetak SDM yang sesuai dengan kebutuhan industri perkebunan,” ujarnya.
Pembukaan PKKMB turut dihadiri tokoh penting, antara lain Direktur Utama Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Eddy Abdurrachman, perwakilan Ditjen Perkebunan Kementan, perwakilan PTPN I, serta Kepala LLDIKTI Wilayah V Setyabudi Indartono. Kehadiran berbagai pemangku kepentingan menegaskan pentingnya pendidikan vokasi sebagai pilar industri perkebunan nasional.
Sebagai lembaga vokasi tertua di bidang perkebunan, Politeknik LPP terus menegaskan relevansinya melalui kurikulum berbasis kebutuhan industri. PKKMB 2025 dirancang tidak sekadar memperkenalkan kampus, tetapi juga membentuk calon planters muda yang profesional, berkarakter, dan siap bersaing secara global.
Selama kegiatan, mahasiswa baru akan mendapatkan materi pengenalan sistem akademik dan budaya kampus, pemahaman kearifan lokal, pemanfaatan teknologi perkebunan, hingga pembekalan kesehatan fisik dan mental. Materi ini menekankan keseimbangan antara penguasaan hard skills dan soft skills sebagai bekal menghadapi tantangan industri. (AGT/S-01)







