Gempa Bekasi: Puluhan Rumah Rusak dan Satu Musala Roboh

BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan puluhan rumah dan satu tempat ibadah mengalami kerusakan akibat guncangan gempa Bekasi yang tercatat hingga tujuh kali.

Gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,9 dengan kedalaman 10 kilometer mengguncang Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Rabu (20/8) pukul 19.54 WIB.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyebut hasil penilaian cepat menunjukkan lima kecamatan terdampak, yakni Telukjambe Barat, Tegalwaru, Klari, Pangkalan, dan Ciampel.

“Tidak ada laporan korban jiwa maupun luka-luka. Namun tercatat 26 rumah mengalami rusak ringan hingga sedang, serta satu musala roboh akibat gempa,” kata Abdul dalam keterangan tertulis, Kamis (21/8).

Ia meminta warga yang terdampak segera melaporkan kondisi rumah ke aparat desa atau BPBD setempat agar pendataan dapat dilakukan dengan cepat.

BACA JUGA  Kemensos Bangun Sekolah Darurat di Kab Bandung dan Garut

Sejumlah foto dan video amatir yang beredar memperlihatkan kerusakan pada dinding rumah di Kabupaten Karawang. Saat ini BNPB masih melanjutkan kaji cepat untuk memastikan situasi dan dampak gempa secara menyeluruh.

Sebelumnya, Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, M. Wafid, menjelaskan gempa Bekasi dipicu aktivitas sesar naik pada zona Sesar Baribis. Ia mengimbau masyarakat tetap waspada dan melakukan pemeriksaan mandiri terhadap kondisi bangunan meski belum ada laporan kerusakan besar.

Zona Sesar Baribis adalah sesar aktif utama di pulau Jawa, yaitu Sesar Baribis-Kendeng. Letaknya memanjang dari barat hingga timur dan ada di bagian belakang (utara) busur vulkanik Jawa. (*/S-01)

BACA JUGA  Gempa Megathrust Tinggal Menunggu Waktu

Siswantini Suryandari

Related Posts

Penyakit Tuberkulosis masih Jadi Momok Kabupaten Tasikmalaya

KEPALA Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan dan Pengendalian Penduduk, Kabupaten Tasikmalaya, Otong Kusmana mengatakan sebanyak 2.660 warga di wilayahnya terindikasi mengidap penyakit tuberkulosis (TB). Dari jumlah tersebut,…

Dinkes Garut Temukan 17.339 Warga Terkena Diare selama Kemarau

PENYAKIT diare di Kabupaten Garut, Jawa Barat mengalami peningkatan sejak Januari hingga Juni 2026. Tercatat ada 17.339 warga yang terkena diare saat musim kemarau. Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Penyakit Tuberkulosis masih Jadi Momok Kabupaten Tasikmalaya

  • July 2, 2026
Penyakit Tuberkulosis masih Jadi Momok  Kabupaten Tasikmalaya

Dinkes Garut Temukan 17.339 Warga Terkena Diare selama Kemarau

  • July 2, 2026
Dinkes Garut Temukan 17.339 Warga Terkena Diare selama Kemarau

Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya Temukan 10.523 Kasus Diare

  • July 2, 2026
Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya Temukan 10.523 Kasus Diare

OJK Tasikmalaya Ajak Mahasiswa Perkuat Literasi Keuangan

  • July 2, 2026
OJK Tasikmalaya Ajak Mahasiswa Perkuat Literasi Keuangan

Fakultas Kedokteran UIN Sunan Kalijaga Mulai Gelar CBT

  • July 2, 2026
Fakultas Kedokteran UIN Sunan Kalijaga Mulai Gelar CBT

Perluas Jangkauan, Dirjen Imigrasi Resmikan Prestige Immigration Services di Mall BG Junction Surabaya

  • July 2, 2026
Perluas Jangkauan, Dirjen Imigrasi Resmikan Prestige Immigration Services di Mall BG Junction Surabaya