
BADAN Gizi Nasional (BGN) mengintensifkan pelatihan penjamah makanan guna mengoptimalkan layanan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), sekaligus menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Jadi kegiatan kali ini yakni pelatihan menjamah makanan, bagaimana melakukan penyajian makanan agar jangan sampai ada satu rambut pun masuk ke dalam makanan,” kata Deputi Penyediaan dan Penyaluran BGN Suardi Samiran, Selasa (5/8).
Ia menjelaskan, pelatihan penjamah makanan tersebut juga menjadi salah satu cara untuk mengantisipasi kemungkinan kejadian keracunan dalam Program MBG. Untuk itu mereka melibatkan berbagai pihak termasuk Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
“Jauh sebelum kejadian (keracunan) terjadi, (pelatihan penjamah makanan) sudah dilakukan supaya mengantisipasi keracunan, jadi jauh sebelum pelaksanaan MBG ini sudah dipikirkan karena menuju Indonesia Emas,” ujar dia.
Suardi menegaskan, semua pihak yang terlibat di SPPG secara intensif dilatih penjamah makanan, utamanya mereka yang terlibat dalam masak memasak untuk memastikan makanan benar-benar sehat dan layak dikonsumsi.
“Ini bagian dari upaya agar masyarakat sehat, jadi mulai yang mengolah, menyajikan makanan, bahan pangannya juga, oleh karena itu melibatkan BPOM dan semua pihak,” ucapnya.
Ia melanjutkan, pelatihan penjamah makanan ini berkolaborasi dengan berbagai pihak, di antaranya UNICEF, dinas kesehatan di masing-masing wilayah, BPOM, hingga Persatuan Ahli Gizi. (*/N-01)







