
PARIS Saint-Germain sekali lagi membuktikan bahwa mereka memang pantas menjadi penguasa Eropa saat ini. Hal itu ditunjukan Les Parisien dengan melenggang gagah ke final Piala Dunia Antarklub 2025.
Kesuksesan itu pun didapat PSG dengan luar biasa. Betapa tidak? Tim besutan Luis Enrique itu melaju ke partai puncak setelah menghancurkan raksasa Eropa, Real Madrid dengan skor telak 4-0 pada semifinal di MetLife Stadium, East Rutherford, Kamis (10/7/2025) dini hari WIB.
Kekalahan itu tentu menjadi pukulan buat Madrid, dan terutama buat bintang mereka Kylian Mbappe. Sebab itu kali pertama dia menghadapi PSG sejak meninggalkan klub itu tahun lalu.
Sayangnya, reuni itu sepertinya tidak berjalan baik buat Mbappe. Apalagi ketika dia pergi Mbappe pergi, PSG justru berhasil merebut trofi Liga Champions pertamanya.
Padahal ia pindah ke Madrid karena ngebet meraih trofi bergengsi tersebut. Perpisahannya dengan PSG pun tidak baik-baik saja. Bahkan tidak sedikit yang menuduh Mbappe sengaja menghabiskan kontraknya agar PSG tidak mendapatkan uang transfer.
Unggul segalanya
Terlepas dari itu, PSG memang layak memenangi laga. Dari statistik menunjukan PSG unggul segalanya, mulai dari jumlah tembakan ke gawang (7:2), persentase penguasaan bola (68,1%:31,9%), hingga statistik lain seperti umpan kunci (14:5), dribel sukses (9:6), dan tekel sukses (13:9).
Keempat gol PSG dalam laga itu sendiri dicetak Fabian Ruiz menit ke-6, diikuti gol Ousmane Dembele tiga menit berselang. Ruiz kembali mencatatkan nama di papan skor pada menit ke-24. Gol terakhir PSG tercipta lewat Goncalo Ramos pada menit ke-87.
PSG selanjutnya akan bertemu Chelsea di babak final. Duel tersebut akan digelar pada Senin (14/7) pukul 02.00 WIB di di MetLife Stadium, East Rutherford.
Jadi pelajaran
“Ini bukan yang terbaik. Tapi kami bakal perlu belajar dari kekalahan hari ini,” ujar arsitek Xabi Alonso selepas laga.
“Mereka tim yang sudah bersama selama dua tahun, kami baru memulai. Tapi kami tetap harus belajar dari hari ini,” imbuhnya.
Merendah
Di sisi lain, Enrique pun mengakui bahwa Madrid saat masih seperti bocah. Mereka butuh waktu untuk bermetamorfosis kembali menjadi raksasa.
“Saya tak tahu apakah hasil 4-0 ini mencerminkan perbedaan antara keduanya, tetapi ini adalah situasi yang tak bisa dibandingkan dengan timnya, yang baru saja dimulai,” cetus Enrique.
“Saya telah mengerjakan proyek ini selama dua tahun. Xabi baru menjalani enam laga. Dia memerlukan waktu untuk menjalani pramusim. Tidak perlu mengevaluasinya dengan cara apa pun karena dia belum punya waktu untuk melakukan apa pun. Benar-benar situasi yang berbeda dan tak bisa dibandingkan,” tegas Enrique.
Susunan pemain:
Paris Saint-Germain: Donnarumma, Hakimi, Marquinhos, Beraldo, Mendes (Kang-in 79′), Neves, Ruiz (Zaire-Emery 66′), Vitinha, Doue (Mayulu 66′), Kvaratshkelia (Barcola 59′), Dembele (Ramos 59′)
Real Madrid: Courtois, Valverde, Asencio (Militao 64′), Ruediger, Garcia, Guler (Vazquez 83′), Tchouameni, Bellingham (Modric 64′), Gonzalo Garcia (Carvajal 71′), Vinicius (Diaz 65′), Mbappe. (*/N-01)







