Bandung Zoo Bukan Sekadar Wisata, Tapi Warisan Budaya Sunda

GANTIRA Bratakusuma, cucu pendiri Yayasan Margasatwa Tamansari, meminta Wali Kota Bandung Muhammad Farhan dan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi untuk turun tangan menyelesaikan polemik yang terjadi di Kebun Binatang Bandung (Bandung Zoo).

“Saya memohon kepada Wali Kota Bandung dan Gubernur Jabar untuk membantu menyelesaikan masalah ini, karena polemik ini telah merugikan banyak pihak, terutama masyarakat Sunda,” ujar Gantira dalam konferensi pers di Bandung, Jumat (27/6).

Gantira menegaskan bahwa Bandung Zoo bukan sekadar tempat wisata, tetapi juga sarana edukasi lingkungan, pelestarian alam, serta kebudayaan Sunda.

Ia menekankan bahwa pengelolaan kebun binatang tersebut berada di bawah naungan Yayasan Margasatwa Tamansari, badan hukum resmi yang telah diakui oleh Kementerian Hukum dan HAM RI.

BACA JUGA  Faunaland  Mulai Melakukan Proses Revitalisasi Bandung Zoo

“Yayasan ini didirikan pada 22 Februari 1957 oleh Raden Ema Bratakoesoema dan Adolf Franz Kohler melalui Akta Pendirian No. 48 di hadapan Notaris Lien Tanudirdja, S.H., di Kota Bandung. Sejak itu, yayasan telah mengalami berbagai pembaruan struktur dan anggaran dasar yang dicatat secara sah,” jelasnya.

Penasihat hukum dari Pasopati Lawyer, Martin, menjelaskan bahwa sejak berdiri hingga tahun 2024, Yayasan Margasatwa Tamansari telah mencatat lebih dari 20 akta perubahan terkait struktur organisasi dan anggaran dasar yayasan.

“Tidak ada perubahan di luar yang tercatat secara resmi di kementerian. Struktur kepengurusan yang berlaku saat ini merupakan hasil keputusan rapat yang dituangkan dalam akta terakhir,” ujar Martin.

BACA JUGA  Ilham Habibie Apresiasi Pengolahan Sampah Great Bandung

Ia menambahkan bahwa Yayasan Margasatwa Tamansari mengajak semua pihak, termasuk masyarakat dan mitra kerja, untuk terus mendukung Bandung Zoo sebagai lembaga konservasi, edukasi, dan rekreasi yang sah dan bertanggung jawab.

Bandung Zoo kekayaan Sunda

Sementara itu, Ruli dari organisasi Pakusarakan yang turut hadir dalam konferensi pers, menyebut bahwa polemik Bandung Zoo terkesan seperti bagian dari sebuah grand design sekelompok pihak tertentu untuk mengambil alih keberadaan kebun binatang tersebut.

“Menurut saya, Bandung Zoo bukan sekadar sebidang tanah. Ini adalah simbol harga diri masyarakat Sunda yang ingin direnggut. Kebun Binatang ini satu-satunya kekayaan Sunda yang masih bertahan hingga kini,” tegasnya.

Ia mengingatkan bahwa Bandung Zoo sudah ada sejak 1933, jauh sebelum Indonesia merdeka, dan baru mendapat perhatian pemerintah secara formal pada 1957.

BACA JUGA  Murid Terpapar Cacar Air, SMAN 5 Kota Bandung Belajar Online

“Pemerintah Kota Bandung bisa saja mengelola aspek bisnisnya, karena komersialisasi diperbolehkan. Tapi jangan coba-coba mengambil budaya dan identitas Sunda untuk kepentingan kelompok tertentu,” pungkasnya. (Rava/S-01)

Siswantini Suryandari

Related Posts

Heboh Anggota TNI Pangkat Kopral Beratribut Jenderal, Dandim 0816 Sidoarjo Beri Penjelasan 

JAGAD maya dihebohkan dengan aksi seorang anggota TNI Angkatan Darat berinisial Koptu MT yang kedapatan mengenakan seragam lengkap dengan atribut tanda pangkat jenderal bintang empat di Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo,…

DIY Akan Diguyur Hujan Ringan sampai Dua Hari ke Depan

STASIUN Meteorologi Yogyakarta mengindentifikasi kondisi suhu muka laut (Sea Surface Temperature/SST) di Samudera Hindia Selatan Jawa berkisar antara 24 – 29°C, dengan anomali SST antara -2,0 hingga +1,0°C. Juga terpantau…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Heboh Anggota TNI Pangkat Kopral Beratribut Jenderal, Dandim 0816 Sidoarjo Beri Penjelasan 

  • November 3, 2026
Heboh Anggota TNI Pangkat Kopral Beratribut Jenderal, Dandim 0816 Sidoarjo Beri Penjelasan 

Diversifikasi Bisnis, Kalog Kembangkan Pergudangan di Bandung dan Purwokerto

  • November 3, 2026
Diversifikasi Bisnis, Kalog Kembangkan Pergudangan di Bandung dan Purwokerto

Cegah Penyalahgunaan Narkotika, Polda DIY Larang Anggotanya Gunakan Vape

  • November 3, 2026
Cegah Penyalahgunaan Narkotika, Polda DIY Larang Anggotanya Gunakan Vape

DIY Akan Diguyur Hujan Ringan sampai Dua Hari ke Depan

  • November 3, 2026
DIY Akan Diguyur Hujan Ringan sampai Dua Hari ke Depan

Respon Masalah Sampah Nasional, Yayasan Eksis akan Gelar Kongres

  • November 2, 2026
Respon Masalah Sampah Nasional, Yayasan Eksis akan Gelar Kongres

Dorong Pelestarian Genetik, Fapet UGM Gelar Kontes Kuda Lokal

  • November 2, 2026
Dorong Pelestarian Genetik, Fapet UGM Gelar Kontes Kuda Lokal