
GRUP Riset Olahraga Berkebutuhan Khusus Fakultas Keolahragaan (FKOR) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menggelar pelatihan olahraga inovatif untuk anak anak berkebutuhan khusus.
Kegiatan ini bagian dari pengabdian masyarakat FKOR UNS Surakarta.
Bertajuk “Meningkatkan Kebugaran Jasmani Anak Tunagrahita melalui Modifikasi Permainan Petanque”, program itu digelar di Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Surakarta, Jumat (30/5).
Menurut Ketua Grup Riset, Fabriani Fajar Ekawati, kegiatan yang dilakukan menjadi bagian dari Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Hibah Grup Riset (HGR) UNS.
“Kami hadirkan modifikasi permainan, bertujuan meningkatkan kebugaran dan interaksi sosial peserta. Selain melatih otot, permainan ini mendorong anak untuk percaya diri dan aktif bergerak,” imbuh dia.
Tim UNS merancang aturan permainan yang aman, menyenangkan, dan mudah diterapkan. Permainan petanque dimodifikasi agar sesuai dengan kondisi fisik dan kognitif anak tunagrahita.
Dalam pelatihan, Grup Riset juga mendatangkan Dr. Satria Yudi Gontara, untuk memberikan pelatihan teknis dan pendampingan langsung kepada guru serta peserta didik.
Satria menjelaskan permainan adaptif sangat efektif bagi anak-anak tunagrahita. Modifikasi permainan ini penting untuk memastikan partisipasi aktif seluruh peserta didik.
“Anak-anak dengan kemampuan fisik beragam tetap bisa berpartisipasi tanpa rasa khawatir. Selain itu, risiko cedera pun dapat diminimalkan selama permainan berlangsung,” sergah Satria.
Piranti permainan, berupa bola petanque yang biasanya terbuat dari besi diganti dengan plastik agar lebih aman. ” Jarak lempar serta durasi permainan turut disesuaikan dengan kemampuan peserta,” imbuh dia
Yang jelas, program ini sejalan dengan komitmen UNS mendukung tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) Nomor 3, yang menekankan pentingnya hidup sehat dan kesejahteraan bagi semua orang.
Selain meningkatkan kebugaran fisik, permainan petanque ini bermanfaat bagi kesehatan mental anak-anak. Interaksi sosial antar peserta juga meningkat melalui permainan yang menyenangkan ini.
Guru pendamping di sekolah turut mendapatkan pelatihan agar bisa melanjutkan program serupa.
SLB Negeri Surakarta sangat mengapresiasi kegiatan pengabdian masyarakat dari UNS dna berharap kolaborasi dapat berlanjut terus kedepan. (WID/S-01)







