
DALAM perayaan Imlek, menu ikan memiliki makna yang sangat penting karena melambangkan kelimpahan, keberuntungan, dan kemakmuran.
Dalam bahasa Mandarin, kata ikan (鱼, yú) memiliki pengucapan yang sama dengan kata surplus atau kelebihan (余, yú).
Oleh karena itu, menyajikan ikan saat Imlek melambangkan harapan agar di tahun baru selalu ada kelebihan rezeki dan kemakmuran yang berlimpah.
Makna Menu Ikan dalam Imlek
- Simbol Kelimpahan
- Dalam tradisi Tiongkok, ada pepatah “年年有余” (nián nián yǒu yú) yang berarti “semoga setiap tahun ada kelebihan (rezeki).” Karena “余” (yú) terdengar seperti “鱼” (yú, ikan), maka ikan menjadi makanan wajib agar keberuntungan terus mengalir.
- Keberuntungan dan Kemakmuran
-
- Ikan yang disajikan utuh (dengan kepala dan ekor) melambangkan keseluruhan rezeki yang tidak terputus sepanjang tahun.
- Cara Penyajian yang Bermakna
-
- Tidak dimakan habis: Sebagian ikan biasanya disisakan untuk melambangkan bahwa keberuntungan dan rezeki masih akan berlanjut di tahun berikutnya.
- Dimasak dengan cara tertentu: Ikan kukus dengan kecap atau saus spesial sering disajikan karena dianggap membawa keberuntungan.
- Jenis Ikan dan Maknanya
-
- Ikan Bandeng → Melambangkan kelancaran rezeki
- Ikan Kerapu atau Kakap → Melambangkan keberuntungan besar
- Ikan Mas → Simbol emas dan kekayaan
Jadi, ikan dalam perayaan Imlek bukan sekadar makanan, tetapi juga bagian dari tradisi dan doa untuk keberuntungan serta rezeki yang berlimpah di tahun yang baru. (*/S-01)









