
PULUHAN siswa SD Sinduadi Timur, Ngaglik, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta mengucapkan rasa terima kasihnya kepada Presiden Prabowo Subianto yang telah menyelenggarakan Makan Bergizi Gratis.
“Terima kasih Pak Prabowo,” begitu ucapan para siswa di kelas II SD Sinduadi Timur. Ucapan bareng dengan aba-aba dari seorang staf ini kemudian disambut tepuik tangan gemuruh.
Ucapa yang sama juga muncul saat rombongan masuk di kelas VI, Jumat (17/1).
Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan Hasan Nasbi memastikan program Makan Bergizi Gratis ini akan terus meluas dan di akhir tahun menjangkau 50 juta anak.
Ia mengatakan yang digelar di Sleman ini merupakan pelaksanaan gelombang kedua dimulai hari Senin (13/1) lalu.
Menurutnya dari hasil pantauan anak-anak yang menerima manfaat MBG ini senang dengan menu-menu yang disajikan.
Cegah keracunan terulang
Menyinggung kejadian di Sukoharjo, Jawa Tengah, Hasan Nasbi mengemukakan Badan Gizi Nasional (BGN) memperkuat standar operasional pelaksanaan (SOP) Makan Bergizi Gratis.
Tujuannya untuk mencegah kasus keracunan makanan di Sukoharjo Jawa Tengah tidak terulang kembali.
Hasan Hasbi menjelaskan setelah kejadian siswa keracunan di Sukoharjo, sampel makanan diambil untuk diperiksa, sehingga diketahui persis penyebabnya.
Ia mengemukakan, dalam kejadian itu hanya ada 40 anak yang keracunan dari sekitar 3000 anak yang mendapatkan makanan dari dapur yang sama.
“Kejadian hanya 40-an kasus dan sudah ditangani dengan baik. Mereka juga sudah ceria kembali dan kita lihat, SOP akan diperketat,” kata Hasan.
Ia mengatakan BGN akan mengevaluasi tingkat kebersihan, tingkat higeinis bisa ditingkatkan supaya anak-anak aman. (AGT/S-01)







