
POTENSI hujan dengan intensitas sedang hingga lebat akan melanda wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Kamis – Sabtu mendatang, dari hasil prediksi Stasiun Meteorologi BMKG Yogyakarta.
Kepala Stasiun Meteorologi Yogyakarta Warjono mengemukakan, berdasar analisis dinamika atmosfer terkini, teridentifikasi adanya bibit siklon 94S di Samudra Hindia di sebelah selatan Pulau Jawa.
Dalam rilis tertulisnya yang diterima Mimbar Nusantara di Yogyakarta, Kamis (2/1), bibit siklon membentuk wilayah pertemuan angin atau kovergensi di sebagian besar wilayah Jawa termasuk wilayah DIY.
Profil vertikal terkini kelembaban udara di wilayah DIY pada ketinggian 1.500-3.000 meter (level 850-700 mb) cukup basah sebesar 70-95 %, berpotensi terjadi pertumbuhan awan hujan di wilayah DIY.
“Hangatnya suhu permukaan air laut di sekitar perairan Jawa menunjukkan adanya potensi penambahan massa uap air yang dapat meningkatkan aktivitas pertumbuhan awan hujan,” jelasnya.
Potensi hujan selama tiga hari
Dengan memperhatikan hasil analisis tersebut, katanya, Stasiun Meteorologi Yogyakarta memprakirakan cuaca di wilayah DIY pada Kamis (2/1)-Sabtu (4/1) akan terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.
Potensi hujan terjadi di Kota Yogyakarta, Sleman , Kulon Progo, Bantul bagian utara serta Gunungkidul bagian utara dan Tengah, Kamis (2/1)
Kemudian potensi hujan sedang-lebat dapat disertai kilat/petir dan angin kencang di Kota Yogyakarta, Sleman, Kulon Progo bagian utara, Bantul bagian utara dan Gunungkidul bagian utara, Jumat (3/1).
Dan Sabtu (4/1) hujan sedang-lebat dapat disertai kilat/petir dan angin kencang di Sleman, Kulon Progo bagian Utara, dan Gunungkidul bagian Utara.
Ia mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem pada periode tiga hari ke depan bisa menimbulkan bencana hidrometeorologi. (AGT/S-01)







