Pariwisata Magelang Pikat Wisatawan asal Priangan Timur

PENGEMBANGAN pariwisata di kaki Bukit Menoreh, Desa Tuksongo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah mampu menarik wisatawan asal Tasikmalaya, Ciamis, Garut, Banjar, Tasikmalaya, dan Pangandaran.

Pasalnya di sini pengunjung dapat menikmati keindahan alam pedesaan, sambil keliling menggunakan mobil Volkswagen (VW) klasik.

Kawasan destinasi wisata di Desa Tuksongo, Kecamatan Borobudur tidak hanya memiliki Candi Borobudur, tapi berbagai objek lainnya.

Jumara, 56, driver mobil Volkswagen (VW) mengatakan, destinasi wisata di Kecamatan Borobudur setiap hari buka dan tetap melayani pengunjung yang ingin berwisata.

Mulai 2018

Program wisata desa kata dia dirintis mulai  2018 hingga terus berkembang. Awalnya hanya 90 mobil dan kini komunitas VW sudah mencapai 150 kendaraan dengan berbagai pilihan menarik perhatian.

“Warga Desa Tuksongo memang tidak semua masyarakat memiliki kendaraan, tapi mereka siap digunakan untuk berkeliing menggunakan mobil Volkswagen (VW) klasik. Karena, setiap rumah ada sebagian pencinta otomotif hingga sudah terbentuk menjadi komunitas mobil VW dengan jumlah 150 unit yang terbagi dalam 5 group,” katanya.

BACA JUGA  10 Pelari Siap Semarakan Bank Jateng Borobudur Marathon 2024

Ia mengatakan, wisatawan yang berkunjung ke Desa Tuksongo rata-rata berasal dari berbagai daerah di Indonesia termasuk mancanegara yang ingin berkeliling pedesaan hingga mengunjungi UMKM seperti pembuatan batik, kopi, madu dan kerajinan tangan khas Borobudur.

Untuk mobil Volkswagen (VW) klasik yang disewa wisatawan terbagi dalam 5 grup dan untuk short trip 2 jam Rp450 ribu, untuk 3 jam Rp550 ribu hingga Rp1 juta.

“Selama perjalanan para wisatawan juga bisa melihat pemandangan pedesaan, perbukitan dengan udara segar dengan lahan pertanian membentang luas hingga dapat berinteraksi langsung dengan para perajin, tapi yang lebih terkenal di Desa Tuksongo yakni sentra batik, kopi luwak, gula jawa dan madu. Kesuksesan Desa Wisata Tuksongo yang dilakukannya tak lepas dari keterlibatan warga dan pemandu wisata serta mobil VW,” ujarnya.

Kopi luwak

Sementara itu, pengelola Kopi Pawon Luwak, Eni Setia Ningsih mengatakan, kopi luwak yang mereka memiliki kualitas terbaik, aman untuk dikonsumsi masyarakat dan tidak akan terjadi masalah terutamanya pada lambung.

BACA JUGA  Orang Tua tidak Peduli dan Kemiskinan Memicu CST di Bali

Masalah lambung karena kadar kafein rendah dan itu menunjukkan warga desa telah memahami pentingnya pariwisata sebagai motor penggerak perekonomian lokal.

“Kedai kopi tidak hanya menyajikan kopi luwak tapi juga memberikan edukasi tentang proses pembuatan dan wisatawan dapat mempelajari siklus hidup luwak. Karena, dalam produksi kopi dan cara memelihara luwak secara ramah lingkungan hingga wisatawan juga bisa belajar memelihara dan berkesempatan untuk melihat serta berinteraksi dengan luwak,” katanya.

Bisa jadi contoh

Sementara itu, pemimpin safari tour, Sari Aik mengatakan, kesuksesan Desa Tuksongo memang untuk menarik wisatawan lokal dan mancanegara menjadi contoh sukses bagi daerah lainnya yang ingin mengembangkan potensi wisata supaya perekonomian mereka meningkat.

Karena, berbagai daerah termasuk di Priangan Timur memiliki kekayaan alam dan produk lokal seperti kopi, madu, dan kerajinan tangan dapat dieksplorasi secara kreatif untuk menarik lebih banyak wisatawan.

“Dengan memadukan inovasi, keterlibatan masyarakat dan kearifan lokal, Desa Wisata Tuksongo membuktikan wisata edukatif dan pengalaman unik dapat menciptakan daya tarik yang luar biasa bagi para wisatawan. Karena, Kabupaten Magelang Jawa Tengah, terkenal dengan Candi Borobudur dan ternyata di Kecamatan Borobudur menyimpan potensi wisata yang tak kalah menarik,” katanya.

BACA JUGA  Lintasi Sidoarjo Menuju Borobudur, 50 Biksu Thudong Disambut Hangat Warga

Tarik wisatawan

Menurutnya, mobil pabrikan Jerman memang semuanya sudah dimodifikasi dan semuanya selalu beraktivitas menarik wisatawan untuk berwisata melintasi jalan menuju akses Candi Borobudur dan menyusuri jalan pedesaan dan lahan persawahan, perkampungan serta lahan cabai dan mengunjungi para pelaku UMKM.

“Wisatawan yang berlibur bersama keluarga biasa merasakan sensasi mengelilingi desa wisata, pelaku UMKM dan mengedepankan wisata edukatif. Akan tetapi, wisatawan juga dapat mengunjungi peternakan lebah hingga penjualan berbagai varian madu dengan harga satu botol Rp 130-140 ribu jenisya bee polen, madu murni dengan berbagai varian rasa,” pungkasnya. (YY/N-01)

Dimitry Ramadan

Related Posts

Kunjungi Putra Sayuti Melik, KSP Pastikan Negara Lindungi Lansia

KANTOR Staf Kepresidenan (KSP) mengunjungi Heru Baskoro (84), putra tokoh perjuangan Sayuti Melik dan S.K. Trimurti, di Sentra Terpadu Pangudi Luhur (STPL), Bekasi Jawa Barat pada Jumat (14/8). Kunjungan tersebut…

Bantu Kelola Sampah, Mahasiswa KKN UNY Kenalkan Ember Tumpuk dan Mini Garden

MAHASISWA KKN UNY di Dusun Sengon Karang, Kalurahan Argomulyo, Kapanewon Sedayu, Kabupaten Sleman, mengenalkan inovasi pengelolaan sampah rumah tangga melalui workshop pembuatan ember tumpuk dan mini garden. Kegiatan yang dilaksanakan…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Kunjungi Putra Sayuti Melik, KSP Pastikan Negara Lindungi Lansia

  • August 14, 2026
Kunjungi Putra Sayuti Melik, KSP Pastikan Negara Lindungi Lansia

Bantu Kelola Sampah, Mahasiswa KKN UNY Kenalkan Ember Tumpuk dan Mini Garden

  • August 14, 2026
Bantu Kelola Sampah, Mahasiswa KKN UNY Kenalkan Ember Tumpuk dan Mini Garden

UIN Sunan Kalijaga Buka Prodi Baru D4 Teknologi Produksi Halal

  • August 14, 2026
UIN Sunan Kalijaga Buka Prodi Baru D4 Teknologi Produksi Halal

IDN Bantu Tingkatkan Kompetensi Warga di Kawasan Candi Prambanan

  • August 14, 2026
IDN Bantu Tingkatkan Kompetensi Warga di Kawasan Candi Prambanan

Dukung Pengelolaan Sampah, KKN UGM Hadirkan Kompor Roket di Pulau Bawean

  • August 14, 2026
Dukung Pengelolaan Sampah, KKN UGM Hadirkan Kompor Roket di Pulau Bawean

Polsek Sleman Selidiki Pembuang Bayi di Zona Klitikan Pasar Sleman

  • August 14, 2026
Polsek Sleman Selidiki Pembuang Bayi di Zona Klitikan Pasar Sleman