
SELEKSI Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026 di UPN Veteran Yogyakarta memperlihatkan persaingan yang padat di banyak program studi.
Dari data penerimaan yang ada, UPN Veteran Yogyakarta membuka 22 program studi dengan daya tampung 1.212 kursi, dan jumlah mahasiswa yang diterima melalui jalur ini tercatat 1.202 orang.
Sementara itu, jumlah peminat dari pilihan 1 dan pilihan 2 mencapai 14.291 pendaftar. Kalau dirata-ratakan, satu kursi di jalur SNBP tahun ini diperebutkan oleh hampir 12 pendaftar.
Teknik pertambangan
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Sistem Informasi, Dr. Machya Astuti Dewi, M.Si, Kamis, menjelaskan, Program studi dengan tingkat keketatan tertinggi adalah Teknik Pertambangan.
“Prodi ini menerima 52 mahasiswa dari total 1.407 pendaftar, atau berada pada rasio sekitar 1:27,06,” jelasnya.
Tingkat keketatan tertinggi berikutnya adalah Teknik Lingkungan dengan rasio 1:24,80 disusul Teknik Metalurgi 1:19,64, Teknik Perminyakan 1:19,47, dan Teknik Industri 1:17,77.
Angka-angka ini ujarnya menunjukkan bahwa rumpun teknik masih menjadi salah satu tujuan paling ramai dalam peta pilihan calon mahasiswa di UPN Veteran Yogyakarta.
Ilmu sosial juga ketat
Namun ia menepis jika di luar prodi teknik tidak terjadi keketatan persaingan. Di rumpun sosial dan bisnis jelasnya persaingan juga ketat. Ia menyebutkan Ilmu Administrasi Bisnis mencatat rasio keketatan sekitar 1:14,87, Ilmu Komunikasi 1:12,41, Akuntansi 1:9,37, dan Manajemen 1:7,76.
“Manajemen yang menjadi program studi dengan jumlah mahasiswa diterima paling besar, yakni 142 orang, tetapi tetap menghadapi jumlah peminat yang sangat tinggi, yaitu 1.102 pendaftar,” imbuhnya.
Data ini, jelasnya memberi gambaran bahwa persaingan masuk UPN Veteran Yogyakarta lewat jalur SNBP tidak bertumpu pada satu atau dua program studi saja. Ada prodi yang benar-benar sangat ketat karena peminatnya menumpuk, ada pula prodi yang tetap kompetitif meski daya tampungnya lebih besar.
Di sisi lain, data ini juga memperlihatkan bahwa minat calon mahasiswa terhadap UPN Veteran Yogyakarta tersebar cukup luas, dari bidang pertambangan, lingkungan, dan industri, sampai komunikasi, administrasi bisnis, akuntansi, dan manajemen. (Agt/D-01)








