
ISTILAH “Reset Indonesia” biasanya dipakai sebagai sebuah gagasan atau slogan yang maknanya bergantung pada siapa yang menggunakannya.
Reset sering digunakan sebagai metafora kebangkitan atau kesempatan kedua bagi bangsa, semacam tombol restart untuk membuka babak baru. Bagaimana dengan tagar #ResetIndonesia saat ini?
1. Bentuk Protes terhadap Ketidakadilan
Tagar #ResetIndonesia ramai digunakan sebagai simbol protes terhadap kebijakan yang dinilai tidak berpihak kepada rakyat. Isu-isu seperti tunjangan rumah Rp50 juta bagi anggota DPR, kenaikan gaji anggota dewan, hingga kebijakan pajak menjadi pemicu kemunculannya. Ini mencerminkan keresahan publik dan tuntutan agar pemerintah menyusun ulang kebijakan dengan lebih adil dan transparan.
2. Identitas Lewat Simbol Warna
Tagar ini seringkali disertai dengan penggunaan template berwarna pink dan hijau. “Brave Pink“ mewakili sosok perempuan yang berada di garis depan aksi demonstrasi, sementara “Hero Green” merujuk pada pengemudi ojek online yang menjadi korban insiden anarkisme. Warna-warna ini menjadi lambang perlawanan dan solidaritas sosial.
3. Termuat 17 + 8 Tuntutan Rakyat
Banyak unggahan tagar ini dibarengi dengan “17+8 Tuntutan Rakyat”, menggambarkan aspirasi publik menyangkut transparansi, reformasi, dan empati. Tagar menjadi pintu ajakan bagi masyarakat untuk menuntut akuntabilitas dari lembaga negara dan pemerintah.
4. Simbol Kesadaran Kolektif
Tagar #ResetIndonesia lebih dari sekadar tren—ia menjadi simbol bangkitnya suara kolektif. Banyak tokoh publik, musisi, hingga netizen yang menyuarakannya sebagai bentuk solidaritas terhadap korban kebijakan yang tidak manusiawi, dan menyerukan arah baru bagi bangsa.
Sebelumnya pergerakan dan solidaritas lewat media sosial yang cukup viral antara lain #KaburAjaDulu, #ReformasiDikorupsi, #IndonesiaGelap, dan lainnya. (*/S-01)







