
CEK kesehatan gratis merupakan program Kementerian Kesehatan akan dilaksanakan secata nasional mulai Senin 10 Februari 2025.
Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Kemenkes, Maria Endang Sumiwi dalam jumpa pers di Kemenkes, Jumat (7/2) mengatakan pemeriksaan kesehatan gratis dilaksanakan bertahap.
Program skrining kesehatan gratis tahun 2025 menjangkau 60 juta orang. “Untuk tahap awal, kami tetapkan kuota melalui pendaftaran digital 30 orang perhari,” kata Maria.
Pendaftaran digital dimaksud adalah melalui Satu Sehat, aplikasi milik Kemenkes.
Tata cara melakukan cek kesehatan gratis:
- Peserta harus memiliki kartu Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)
- Peserta mengisi pendaftaran di aplikasi Satu Sehat untuk memilih tanggal pemeriksaan
- Bila sudah mendaftark, peserta akan mendapat notifikasi dari aplikasi terkait jadwal pemeriksaan
- Peserta membawa KTP, KK, kartu identitas anak untuk balita, tiket pemeriksaan dari aplikasi atau dari Whatsapp, formulir kuesioner skrining mandiri yang telah diisi sebelumnya.
- Bagi pasien pengidap hipertensi atau diabetes melitus disarankan untuk puasa 8-10 jam sebelum pemeriksaan
- Bagi masyarakat ulangtahun Januari-Maret 2025 mendapat manfaat cek kesehatan gratis hingga April 2025
- Masyarakat berulangtahun dapat melakukan cek kesehatan gratis hingga 30 hari setelah ulangtahun.
- Kementerian Kesehatan melibatkan 30 ribu fasilitas kesehatan terdiri dari 10 ribu puskesmas dan 20 ribu klinik swasta.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan program skrining kesehatan gratis ini membutuhkan anggaran besar.
Anggaran awal yang disiapkan sebesar Rp4,7 triliun, namun dipotong karena ada prioritas belanja negara yang beragam.
“Kebutuhan aggaran untuk tahap awal tetap tersedia. Jika nantinya kurang kami akan ajukan tambahan,” ujarnya. (*/S-01)








