
BAGI warga Jawa Barat (Jabar) yang hendak melakukan mudik Lebaran 2026, diimbau untuk waspada terhadap penularan penyakit campak.
Kewaspadaan ini perlu diperhatikan karena jumlah kasus positif campak pada 2025 di Jabar mencapai 1.785 kasus atau melonjak dibandingkan 2024 sebesar 271 kasus.
Sementara, pada Januari 2026 hingga Februari 2026, jumlah kasus campak di Jabar sebanyak 252 kasus.
Mudah menular
Kepala Dinas Kesehatan Jawa Barat Vini Adiani menyebut, campak merupakan penyakit yang sangat mudah menular. Penularan bisa melalui percikan batuk atau bersin dari penderita.
kontak langsung dengan penderita dan menyentuh benda yang terkontaminasi virus campak. Dari 1 penderita campak dapat menularkan ke 12-18 orang lainnya.
“Idulfitri merupakan momen pergerakan massa yang masif dan pertemuan banyak orang. Oleh karena itu, masyarakat perlu mewaspadai penyakit tersebut karena mudah menular,” terangnya.
Lakukan imunisasi
Menurut Vini, upaya paling efektif mengantisipasi campak yakni dengan cara melengkapi imunisasi campak sampai dosis kedua sebelum mudik Idulfitri, khususnya pada anak usia 9-59 bulan.
“Saat ini, sejumlah wilayah di Jabar sedang melaksanakan CUC (Catch Up Campaign) atau Imunisasi Kejar Serempak untuk menanggulangi dan mencegah terjadinya campak. Sasaran prioritas imunisasi adalah warga berusia 9-59 bulan.,” tuturnya.
Vini menambahkan, bagi masyarakat yang ingin anaknya mendapat imunisasi campak, bisa mendatangi posyandu/ puskesmas, satuan pendidikan seperti PAUD dan TK, tempat ibadah (masjid, gereja, dan lainnya) serta Pos Pelayanan Mudik.
Jaga pola hidup sehat
Selain imunisasi, lakukan PHBS (Pola Hidup Bersih dan Sehat) untuk mencegah campak, seperti rajin mencuci tangan memakai sabun dan menggunakan masker saat sakit.
“Apabila ada gejala campak seperti demam ruam, warga diimbau melakukan PHBS, cuci tangan menggunakan sabun, menggunakan masker dan isolasi mandiri,” jelasnya. (zahra/N-01)






