
IRAN mengklaim telah menembak jatuh dua pesawat jet Amerika Serikat pada Jumat (3/4/2026). Kabar itu pun dibenarkan sejumlah media AS.
Mereka melaporkan bahwa saat ini pasukan khusus AS masih melakukan pencarian terhadap awak pesawat.
Menurut The New York Times pesawat nahas tersebut merupakan jet tempur F-15E Strike Eagle, yang diawaki oleh seorang pilot dan seorang perwira sistem persenjataan di kursi belakang.
Satu pesawat lainnya yakni A-10 Thunderbolt II. Insiden itu, memaksa pilot untuk melontarkan diri. Pesawat A-10 sendiri merupakan pesawat satu kursi dan telah menjalankan misi di atas Iran selama beberapa minggu terakhir.
Bertanggung jawab
Militer Iran mengeklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut. Media pemerintah Iran, mengutip pernyataan kantor hubungan masyarakat militer, menyebut pesawat itu jatuh ke Teluk Persia setelah sistem pertahanan udara Iran menargetkannya di dekat Selat Hormuz.
Sementara itu, Ketua Parlemen Iran Mohammad-Bagher Ghalibaf mengejek klaim kemenangan Trump yang berulang kali dalam perang tersebut.
Pada bagian lain, Presiden Donald Trump mengatakan penembakan pesawat tersebut tidak akan memengaruhi proses negosiasi. “Tidak, tidak sama sekali. Tidak, ini adalah perang. Kita sedang berperang,” katanya.
Abaikan permintaan AS
Di tengah konflik tersebut Iran juga dilaporkan mengabaikan usulan gencatan senjata selama 48 jam yang diajukan Amerika Serikat.
Namun, Iran tidak memberikan respons pengajuan gencatan senjata tersebut. Sebaliknya, Teheran disebut merespons dengan melanjutkan serangan intensitas tinggi.
Washington pada 2 April mengajukan gencatan senjata melalui salah satu negara ketiga, menurut laporan Kantor berita semi-resmi Iran, Fars, pada Jumat. (*/A-01)






