
SEPANJANG 2025, KAI Logistik (Kalog) mencatatkan volume pengelolaan barang sebesar 22,9 juta ton. Capaian tersebut menegaskan peran strategis perusahaan dalam industri logistik nasional, khususnya pada layanan berbasis kereta api (KA).
Dari total volume tersebut, angkutan batu bara masih mendominasi dengan capaian sekitar 16,9 juta ton. Disusul layanan pra-purna BBM/BBK sebesar 3,1 juta ton, angkutan kontainer 2,5 juta ton, semen dan limbah B3 sekitar 432 ribu ton, serta layanan kurir mencapai 65,6 ribu ton.
Direktur Utama KAI Logistik, Yuskal Setiawan, menyampaikan bahwa 2025 merupakan tahun yang penuh dinamika dan tantangan. Meski volume angkutan mengalami sedikit penurunan dibandingkan 2024, perseroan tetap mencatat pertumbuhan pendapatan usaha sebesar 4 persen menjadi Rp1,1 triliun.
“Dinamika industri, khususnya batu bara, turut memengaruhi capaian perusahaan. Meski menghadapi tantangan pada segmen tersebut, kami mencatat pertumbuhan pada layanan lain seperti angkutan kontainer, limbah B3, pra-purna BBM/BBK, hingga angkutan ritel,” ujar Yuskal, Senin (26/1).
Kelola barang dengan volume terus bertambah
Ia menambahkan, pertumbuhan volume pada sejumlah segmen mencapai 8 persen. Peningkatan ini didorong oleh langkah strategis, antara lain penambahan rangkaian dan perjalanan KA kontainer, penguatan ekosistem logistik halal, serta komitmen green logistics melalui pencantuman emisi karbon pada invoice pelanggan.
Layanan limbah B3 menjadi segmen dengan pertumbuhan tertinggi, yakni 37 persen, dengan volume lebih dari 14 ribu ton dibandingkan sekitar 10 ribu ton pada tahun sebelumnya.
Sementara itu, layanan ritel tumbuh 11 persen sepanjang 2025. Ekspansi dilakukan melalui perluasan cakupan layanan ke seluruh Indonesia, penambahan service point, penguatan kemitraan strategis, hingga pengembangan fitur layanan seperti perlindungan asuransi sepeda motor dan layanan kurir digital melalui aplikasi KAI Logistik Trax.
Layanan non-KA
Selain memperkuat layanan berbasis kereta api, perseroan juga mengembangkan layanan non-KA seperti freight forwarding dan project logistics untuk mendukung pengelolaan logistik berskala besar dan bermuatan berat.
Di sektor pergudangan, KAI Logistik membangun fasilitas gudang di Cirebon seluas 1.452 meter persegi yang mengedepankan efisiensi energi. Gudang tersebut dilengkapi sistem manajemen energi serta panel surya on-grid berkapasitas 20.000 watt.
“Capaian 2025 menjadi fondasi bagi perusahaan untuk melangkah lebih kuat pada 2026. Kami berkomitmen terus meningkatkan kinerja operasional, kualitas layanan, dan daya saing guna menjawab tantangan industri logistik ke depan,” tutup Yuskal. (Rava/S-01)








