Renovasi Gerbang Gedung Sate Rp3,9 Miliar Tuai Sorotan

RENOVASI gerbang masuk Gedung Sate, pusat pemerintahan Provinsi Jawa Barat, terus menjadi sorotan publik. Proyek bergaya Candi Bentar yang menelan anggaran Rp3,9 miliar itu dinilai kontras dengan kondisi efisiensi yang tengah dijalankan pemerintah.

Pengamat kebijakan publik Universitas Katolik Parahyangan, Kristian Widya Wicaksono, menilai renovasi tersebut mencerminkan paradoks. Menurutnya, gerbang yang tampak megah secara visual itu tidak memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang sedang menghadapi tekanan ekonomi.

“Secara fisik memang megah, seolah menunjukkan ada pembangunan. Tapi ketika dibandingkan dengan realitas ekonomi masyarakat Jabar, proyek ini terasa hampa karena tidak menyentuh akar persoalan publik,” ujarnya.

Kristian menilai lolosnya anggaran tersebut dalam APBD menunjukkan adanya kesepakatan formal antara pemda dan DPRD. Ia mempertanyakan urgensi memperindah pagar kantor pemerintahan di tengah menurunnya daya beli masyarakat.

BACA JUGA  Abdi Nagri Nganjang ka Warga Digelar di Bale Pakuan 12 April

“Ini proyek ‘mercusuar’ yang berorientasi pada efek visual dan simbolik. Publik berhak meminta transparansi alasan di balik prioritas renovasi pagar dibandingkan program yang berdampak langsung pada kualitas hidup,” tegasnya.

Anggaran Rp3,9 miliar itu dialokasikan untuk renovasi gerbang, perbaikan pilar, dan penambahan paving blok area parkir. Kristian menilai narasi efisiensi tidak hanya soal pemangkasan anggaran, tetapi juga ketepatan alokasi yang menghasilkan manfaat nyata.

Sebelumnya diberitakan, Pemprov Jabar sedang merenovasi pagar Gedung Sate dengan menambahkan dua pilar bergaya Candi Bentar yang terinspirasi dari desain berundak khas Jawa.

Kepala Diskominfo Jabar, Adi Komar, menjelaskan dana tersebut digunakan untuk memperbaiki enam gerbang, pilar, serta penataan parkir barat dan timur yang dinilai sudah tidak layak. Ia membantah anggapan bahwa proyek itu mengabaikan nilai sejarah.

BACA JUGA  Atalia Kritik Rombel 50 Siswa Bisa Turunkan Kualitas Pendidikan

“Konsep dua pilar menyerupai Candi Bentar justru menegaskan identitas budaya Jabar,” katanya.

Di media sosial, banyak warganet mempertanyakan renovasi yang dinilai tidak mendesak dan tidak sesuai dengan arsitektur khas Gedung Sate yang beraliran Indo-Europeeschen architectuur stijl.

Sementara itu, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi meminta polemik ini tidak diperpanjang. Ia menilai keputusan desain sebaiknya dipercayakan pada keahlian arsitek, bukan opini warganet.

“Jangan ikuti netizen, tapi ikuti arsitek. Kalau ikuti netizen, tidak akan selesai,” ujarnya. (Rava/S-01)

BACA JUGA  Holding BUMN Industri Pertahanan Lepas 900 Pemudik

Siswantini Suryandari

Related Posts

Yogyakarta Gelar Tiga Pameran Industri Sekaligus

YOGYAKARTA kembali menjadi tuan rumah untuk kedua kalinya bagi tiga pameran industri terbesar di Jawa bagian tengah: Jogja Food & Beverage Expo, Jogja Printing Expo, dan Jogja Pack & Process…

Hujan Angin, Tiga Reklame di Kota Bandung Roboh Timpa Empat Mobil

CUACA buruk terjadi di kota Bandung pada Sabtu (28/3) siang. Hujan yang disertai angin kencang membuat tiga papan reklame roboh dan menimpa empat unit mobil di Jalan Buahbatu. Menurut Kepala…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Yogyakarta Gelar Tiga Pameran Industri Sekaligus

  • March 29, 2026
Yogyakarta Gelar Tiga Pameran Industri Sekaligus

Dzuriyat KH Wahab Chasbullah Bahas Materi Muktamar NU

  • March 29, 2026
Dzuriyat KH Wahab Chasbullah Bahas Materi Muktamar NU

Jay Idzes dan Safira Ika Putri Raih Gelar Pemain Terbaik

  • March 29, 2026
Jay Idzes dan Safira Ika Putri Raih Gelar Pemain Terbaik

Resmi Bantu Iran, Houthi Serang Israel dengan Rudal Balistik

  • March 28, 2026
Resmi Bantu Iran, Houthi Serang Israel dengan Rudal Balistik

Hujan Angin, Tiga Reklame di Kota Bandung Roboh Timpa Empat Mobil

  • March 28, 2026
Hujan Angin, Tiga Reklame di Kota Bandung Roboh Timpa Empat Mobil

2.561.629 Pemudik Sudah Tiba di Jakarta pada H+6 Lebaran

  • March 28, 2026
2.561.629 Pemudik Sudah Tiba di Jakarta pada H+6 Lebaran