Pemkab Kulon Progo Waspadai Penyebaran PMK

PEMERINTAH Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta meningkatkan kewaspadaannya terhadap penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku(PMK) pada ternak.

Salah satu upayanya dengan mengeluarkan Surat Edaran bernomor 524/3041 tertanggal 31 Desember 2024 tentang Peningkatan Kewaspadaan Terhadap Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Penjabat Bupati Kulon Progo Srie Nurkyatsiwi menyebut saat ini PMK telah ditemukan di Kabupaten Gunungkidul, Kabupaten Sleman dan Kabupaten Bantul. Padahal dua kabupaten yang disebut terakhir itu berbatasan langsung dengan Kabupaten Kulon Progo dan hanya dipisahkan oleh Sungai Progo.

Penjabat Bupati menyebutkan, PMK ini sangat mudah menyebar, sehingga peternak harus waspada.

“Penyakit mulut dan kuku dapat menyerang semua ternak sapi, kerbau, kambing dan domba serta babi dan sangat menular,” katanya.

BACA JUGA  Bupati Sleman Serahkan Bantuan Pertanian

Peningkatan sosialisasi

Penerbitan Surat Edaran atau SE ini, tambahnya diikuti pula dengan peningkatan sosialisasi tentang Penyakit Mulut dan Kuku kepada masyarakat yang dilakukan oleh Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kulon Progo.

Bagi para peternak, katanya, diharapkan ikut mecegah penularan penyakit ini salah satunya dengan menjaga kebersihan kandang dan lingkungannya salah satunya dengan menyemprotkan disinfektan. Jika ditemukan ternak yang diduga terpapar Penyakit Mulut dan Kuku, diharapkan segera melapor ke petugas di Puskeswan setempat. “Kami juga sudah melakukan vaksinasi,” katanya.

Ia menyebut gejala ternak terkena Penyakit Mulut dan Kuku antara lain demam, nafsu makan turun, keluar air liur yang berlebihan, terdapat luka lesi pada mulut dan lidah seperti bintik-bintik merah muda cerah atau benjolan kecil yang berubah menjadi lepuh, pincang atau bahkan tak mampu jalan, maka harus segera dilaporkan ke petugas kesehatan hewan.

BACA JUGA  Penyaluran Kredit untuk Peternakan Harus Ada Pengawasan

“Hewan dengan gejala seperti itu sebaiknya segera diisolasi,” katanya.

Isolasi ternak baru

Di sisi lain, katanya, Pemkab Kulon Progo juga meminta agar Puskeswan (Pusat Kesehatan Hewan) yang ada di setiap kecamatan (kapanewon) terus melakukan upaya pencegahan dan aktif terjun melakukan sosialisasi.

Menurut Penjabat Bupati Kulon Progo ini, setiap ada laporan yang terkait dengan kemungkinan terjadinya Penyakit Mulut dan Kuku, Puskeswan segera turun dan melakukan pemeriksaan untuk memastikan kondisi kesehatan ternak. Namun sejauh ini belum ditemukan adanya ternak di Kulon Progo yang terpapar Penyakit Mulut dan Kuku.

Untuk sementara waktu, jelasnya, peternak yang membeli ternak dari luar daerah disarankan untuk mengisolasi ternak baru tersebut untuk memerapa waktu. (AGT/N-01)

BACA JUGA  Presiden Jokowi Beli Sapi Milik Tukiyar untuk Kurban

 

Dimitry Ramadan

Related Posts

Yogyakarta Gelar Tiga Pameran Industri Sekaligus

YOGYAKARTA kembali menjadi tuan rumah untuk kedua kalinya bagi tiga pameran industri terbesar di Jawa bagian tengah: Jogja Food & Beverage Expo, Jogja Printing Expo, dan Jogja Pack & Process…

Hujan Angin, Tiga Reklame di Kota Bandung Roboh Timpa Empat Mobil

CUACA buruk terjadi di kota Bandung pada Sabtu (28/3) siang. Hujan yang disertai angin kencang membuat tiga papan reklame roboh dan menimpa empat unit mobil di Jalan Buahbatu. Menurut Kepala…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Yogyakarta Gelar Tiga Pameran Industri Sekaligus

  • March 29, 2026
Yogyakarta Gelar Tiga Pameran Industri Sekaligus

Dzuriyat KH Wahab Chasbullah Bahas Materi Muktamar NU

  • March 29, 2026
Dzuriyat KH Wahab Chasbullah Bahas Materi Muktamar NU

Jay Idzes dan Safira Ika Putri Raih Gelar Pemain Terbaik

  • March 29, 2026
Jay Idzes dan Safira Ika Putri Raih Gelar Pemain Terbaik

Resmi Bantu Iran, Houthi Serang Israel dengan Rudal Balistik

  • March 28, 2026
Resmi Bantu Iran, Houthi Serang Israel dengan Rudal Balistik

Hujan Angin, Tiga Reklame di Kota Bandung Roboh Timpa Empat Mobil

  • March 28, 2026
Hujan Angin, Tiga Reklame di Kota Bandung Roboh Timpa Empat Mobil

2.561.629 Pemudik Sudah Tiba di Jakarta pada H+6 Lebaran

  • March 28, 2026
2.561.629 Pemudik Sudah Tiba di Jakarta pada H+6 Lebaran