
OTORITAS Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Tengah bersama Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kota Salatiga meluncurkan Program EKI.
Program Ekosistem Keuangan Inklusif (EKI) ini untuk mengoptimalkan potensi usaha dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Peluncuran Program EKI di Kelurahan Kumpulrejo dan Randuacir Kota Salatiga.
Bersamaan dengan Festival Budaya dan UMKM di Kelurahan Kumpulrejo, Kota Salatiga, Jawa Tengah, Minggu (1/9).
Direktur Pengawas LJK PJK Provinsi Jateng, Bambang Hermanto menyampaikan bahwa program EKI untuk membangun ekosistem keuangan inklusif.
Serta menjadi wadah dalam menyinergikan peran para pemangku kepentingan mewujudkan kelurahan yang inklusif dan berkelanjutan.
“EKI merupakan sarana inovasi & kolaborasi OJK bersama Pemerintah Daerah, Industri Jasa Keuangan dan instansi lainnya,” kata Bambang dalam sambutannya.
Tujuannya untuk menjangkau lini terkecil hingga unit Kelurahan secara masif. Sehingga pengetahuan keuangan dan perolehan akses keuangan dapat meningkat.
“Serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemberdayaan UMKM di Kelurahan,” kata Bambang.
Dalam pelaksanaan EKI, masyarakat akan didampingi dalam mengembangkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
“Salatiga menjadi pilot project karena ada potensi besar pada olahan susu sapi yang dapat dikembangkan menjadi ekonomi kreatif,” jelas Bambang.
Penjabat (Pj) Wali Kota Salatiga Yasip Khasani mengapresiasi OJK Jateng dan TPAKD Kota Salatiga atas pelluncuran EKI di Kelurahan Kumpulrejo dan Randuacir.
Menurutnya Kelurahan Kumpurejo dan Randuacir dikenal sebagai Kampung Olahan Susu
Ia minta agar program TPAKD Kota Salatiga melibatkan seluruh stakeholder baik para peternak, pelaku UMKM, Karang Taruna, PKK, dan Kelurahan. (Htm/S-01)







