
GANDA putri Indonesia Isyana Syahira Meida/Rinjani Kwinnara Nastine tampil sebagai juara Polytron Kudus Indonesia Masters 2026 setelah meredam perlawanan pasangan Thailand Hathaithip Mijad/Napapakom Tungkasatan dua gim langsung 21-15, 21-17 di GOR Djarum Arena, Kaliputu, Kudus, Minggu.
Menurut Isyana kunci kemenangan mereka adalah bermain dengan penuh keyakinan dan menikmati pertandingan tanpa terbebani target untuk menjadi juara.
“Tadi permainan kami lebih main yakin saja, mau menikmati pertandingan. Mungkin karena ini satu langkah lagi, kita enggak mau mikirin mau juara. Kita mau mikirin cara main saja, bagaimana di lapangannya,” ujar Isyana selepas pertandingan.
Menurut dia, pasangan Thailand tampil cukup baik, terutama pada awal gim pertama. Namun, Isyana/Rinjani mampu memanfaatkan momentum ketika lawan mulai kehilangan poin dan mengalami penurunan.
Ketahanan mental
Ia juga mengakui pertandingan tersebut membutuhkan ketahanan mental, mengingat lawan tampil tanpa beban dan berambisi mengalahkan wakil tuan rumah.
“Pasti mereka main di sini ‘nothing to lose’, apalagi mereka mau mengalahkan kita karena kita tuan rumah. Itu jangan sampai menjadi bumerang bagi kita sendiri. Jadi, kita juga lebih adu mental dan tahan,” ujarnya.
Isyana menjelaskan pada akhir gim pertama mereka mampu memperlebar keunggulan setelah melihat lawan mulai kehilangan momentum. Situasi serupa juga terjadi pada gim kedua ketika kedua pasangan saling mengejar perolehan poin.
Menurut dia, kemampuan membaca situasi dan memanfaatkan kesempatan menjadi salah satu faktor penting yang mengantarkan mereka meraih kemenangan.
Gelar kedua
Rinjani menambahkan pelatih Nitya Krishinda Maheswari Korwa sebelum pertandingan meminta mereka bermain dengan penuh keyakinan dan percaya diri. “Bermain yakin saja, percaya diri sama pukulannya masing-masing. Apa yang mau dibuat, yakin saja sama pukulannya,” ujar Rinjani.
Gelar di Kudus tersebut menjadi gelar juara kedua bagi Isyana/Rinjani pada turnamen level Super 100. Sebelumnya, mereka juga meraih gelar juara di India pada 2025.
Rinjani mengungkapkan keberhasilan mereka tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak selama mengikuti turnamen.
Dua gelar lain
Kesuksesan serupa didapat tunggal putra Indonesia Richie Duta Richardo dan pasangan ganda putra Muhammad Rian Ardianto/Daniel Edgar Marvino.
Richie memastikan gelar juara setelah menaklukkan wakil China, Dong Tian Yao, melalui pertandingan tiga gim dengan skor 17-21, 21-12, 21-16 yang berlangsung di GOR Djarum Arena, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Minggu (25/10).
Sementara itu, Rian/Daniel mengunci titel juara ganda putra seusai mengalahkan pasangan Korea Selatan, Jin Yong/Jo Song Hyun, dalam dua gim langsung dengan skor 21-19, 21-12.
“Pastinya saya senang bisa menyelesaikan turnamen Super 100 di Kudus ini dengan baik, tanpa cedera atau hal-hal yang tidak diinginkan. Saya juga senang bisa menjuarai Super 100 di Kudus, kota yang sudah saya kenal sejak masih junior dan menjadi tempat saya berproses sebelum masuk Pelatnas dari klub Djarum,” ujar Richie. (*/N-01)






