Unisa Yogyakarta Ajak Mahasiswa Bangun Karakter Keislaman

UNIVERSITAS ‘Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta mengajak mahasiswa membangun karakter keislaman melalui program Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) Partisipatif.

Program itu mendorong mahasiswa tidak hanya memahami ajaran agama di ruang kelas, tetapi juga mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari dan kegiatan sosial di masyarakat.

Salah satu kegiatan yang digelar untuk mendukung program tersebut adalah Ifthor Akbar atau buka puasa bersama di Masjid Walidah Dahlan Unisa Yogyakarta, Senin.

Pembelajaran AIK

Unisa Yogyakarta mengajak mahasiswa membangun karakter keislaman melalui program Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) Partisipatif. (Dok.Ist)

Kegiatan ini menjadi bagian dari penerapan ibadah puasa sunah Senin dan Kamis sekaligus upaya mengenalkan pembelajaran AIK yang lebih menyenangkan bagi mahasiswa.

Koordinator Mata Kuliah AIK Unisa Yogyakarta, Iwan Setiawan, mengatakan AIK Partisipatif merupakan program pembelajaran yang mengintegrasikan aktivitas ibadah mahasiswa ke dalam penilaian mata kuliah.

“Tujuannya untuk membangun karakter mahasiswa berkaitan dengan ibadah, khususnya salat lima waktu dan sebagainya. Salah satunya, hari ini kita melaksanakan puasa Senin Kamis, kemudian mengadakan buka puasa akbar atau Ifthor Akbar,” ujar Iwan.

2.500 mahasiswa semester satu

Iwan menjelaskan, program AIK Partisipatif menjadi salah satu pendekatan Unisa Yogyakarta untuk membiasakan mahasiswa menjalankan ibadah sesuai dengan keyakinan masing-masing.

Pada semester ini, sekitar 2.500 mahasiswa semester satu mengikuti program tersebut sebagai bagian dari pembelajaran AIK.
Mahasiswa semester tiga juga diperbolehkan mengikuti kegiatan serupa, meskipun tidak diwajibkan.

BACA JUGA  Kapolda Jateng Beri Kuliah Wawasan Kebangsaan di Kampus UPGRIS

Sementara itu, mahasiswa nonmuslim tetap menjalankan AIK Partisipatif melalui aktivitas keagamaan sesuai dengan keyakinan masing-masing, termasuk kegiatan di gereja, pura, serta aktivitas sosial.

Menurut Iwan, pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya kampus untuk membangun karakter mahasiswa secara menyeluruh, tidak hanya dari sisi akademik, tetapi juga kedisiplinan beribadah dan akhlak.

Ubah stigma

Dalam pelaksanaannya, Ifthor Akbar tidak hanya diisi dengan buka puasa bersama. Panitia juga menghadirkan pengajian, bintang tamu, dan pertunjukan komedi tunggal atau stand-up comedy.

Iwan berharap kegiatan tersebut dapat mengubah pandangan mahasiswa terhadap mata kuliah agama yang kerap dianggap kurang menarik.

“Makanya, kami mengajak mahasiswa bahwa AIK juga merupakan mata kuliah yang menggembirakan. Metode pembelajarannya menggunakan active learning, sehingga mahasiswa tidak hanya belajar secara teori,” katanya.

Ia menambahkan, penilaian AIK tidak hanya bertumpu pada ujian tengah semester (UTS) dan ujian akhir semester (UAS). Aktivitas ibadah dan proyek yang dilakukan mahasiswa juga menjadi bagian penting dalam proses penilaian.

Kontribusi mahasiswa

Selain pembiasaan ibadah, AIK Partisipatif dilengkapi dengan proyek pembelajaran yang diarahkan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat. Sejumlah proyek yang dikembangkan antara lain Fikih Hijau, Al-Ma’un, serta digitalisasi.

BACA JUGA  DIY Catat 1.700 Mahasiswa Asal Sumatra Terdampak Banjir

Fikih Hijau merupakan konsep dan program pembelajaran berbasis aksi nyata yang mengintegrasikan nilai-nilai pelestarian lingkungan dengan ajaran Islam.

Sementara itu, proyek Al-Ma’un mendorong mahasiswa menerapkan nilai kepedulian sosial dalam kehidupan bermasyarakat.

Di luar kampus

Iwan menjelaskan, pelaksanaan proyek tersebut dilakukan di luar lingkungan kampus. Bentuk kegiatannya menyerupai kuliah kerja nyata (KKN) dalam skala lebih kecil karena mahasiswa menerapkan ilmu yang diperoleh melalui kegiatan langsung di masyarakat.

“Setiap semester ada AIK Partisipatif dan proyek. Ada proyek Fikih Hijau, Al-Ma’un, digitalisasi, dan sebagainya. Itu untuk kebermanfaatan masyarakat. Pelaksanaannya di masyarakat, hampir seperti KKN mini,” jelasnya.

Melalui pendekatan tersebut, mahasiswa diharapkan mampu menghubungkan pemahaman keislaman dengan persoalan nyata di lingkungan sekitar, mulai dari kepedulian terhadap sesama hingga pelestarian lingkungan.

Manfaat ibadah

Salah satu mahasiswa S1 Akuntansi Unisa Yogyakarta, Binar Dewi Luhcita, mengaku program AIK Partisipatif membantunya membangun kebiasaan beribadah secara lebih disiplin.

Ia memanfaatkan waktu jeda perkuliahan untuk melaksanakan salat lima waktu di Masjid Walidah Dahlan yang berada di lingkungan kampus.

Selain itu, ia mengikuti kegiatan puasa sunah Senin dan Kamis yang difasilitasi kampus, termasuk kegiatan buka puasa bersama.

BACA JUGA  Mahasiswa Diharap Berpartisipasi dalam Inovasi Berkelanjutan

Menurutnya, jadwal kajian yang diselenggarakan secara rutin juga memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memperdalam pengetahuan agama.

Materi kajian

Ia merasakan manfaat dari materi kajian yang membahas tata cara salat hingga tafsir Al-Qur’an. Kebiasaan tersebut turut mendorongnya untuk lebih memperhatikan waktu salat.

“Alhamdulillah, dari ilmu-ilmu kajian itu cukup banyak yang didapat. Mulai dari bagaimana cara salat yang baik dan benar, kemudian tafsir Al-Qur’an. Selain itu, kita jadi terbiasa salat di awal waktu, lebih disiplin, dan insyaallah salat tidak pernah ketinggalan,” ungkapnya.

Binar menambahkan, implementasi AIK juga memberikan pengalaman bagi mahasiswa untuk terlibat dalam kegiatan sosial. Ia menyebut, mahasiswa dapat membantu sesama yang membutuhkan melalui proyek yang dijalankan selama perkuliahan.

Sementara itu, dari sisi program studi, mahasiswa Gizi, Binar Dewi Luhcinta juga melaksanakan kegiatan pengabdian di desa-desa mitra. Kegiatan tersebut di antaranya berupa penyuluhan mengenai gizi, edukasi bersama kelompok ibu-ibu, serta pembagian sayuran. (AGT/M-01)

Related Posts

Disdik Sidoarjo Dorong Perpustakaan Digital Perluas Akses Literasi Siswa

PEMERINTAH Kabupaten Sidoarjo terus mendorong perluasan akses literasi siswa melalui program Perpustakaan Digital Sekolah. Inovasi berbasis aplikasi itu diharapkan dapat meningkatkan minat baca sekaligus mengasah kemampuan menulis siswa di tengah…

FT UII Wisuda 20 Lulusan Pendidikan Profesi Arsitek

FAKULTAS Teknik Desain Inovasi Universitas Islam Indonesia,  mewisuda 20 lulusan Pendidikan Profesi Arsitek. Setelah mengikuti pendidikan khusus selama satu tahun para lulusan ini kemudian mendapatkan gelar P.Ars. Ketua Program Studi…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Mahasiswa UNY Kembangkan E-Modul IPA Responsif Gender

  • October 20, 2026
Mahasiswa UNY Kembangkan E-Modul IPA Responsif Gender

Pulihkan Mental Pemain U-18, Persib Terus Lakukan Pendampingan

  • October 20, 2026
Pulihkan Mental Pemain U-18, Persib Terus Lakukan Pendampingan

Polda Jateng Bongkar Jaringan Judi Togel Lintas Wilayah

  • October 20, 2026
Polda Jateng Bongkar Jaringan Judi Togel Lintas Wilayah

Polda Jateng Ungkap Peredaran Miras Ilegal di Karimunjawa

  • October 20, 2026
Polda Jateng Ungkap Peredaran Miras Ilegal di Karimunjawa

Aksi Demo Mahasiswa di Bandung Tuntut Prabowo-Gibran Mundur

  • October 20, 2026
Aksi Demo Mahasiswa di Bandung Tuntut  Prabowo-Gibran Mundur

Kalog Target Angkut CPO 200 Ribu Ton per Tahun

  • October 20, 2026
Kalog Target  Angkut CPO 200 Ribu Ton per Tahun