
FAKULTAS Teknik Desain Inovasi Universitas Islam Indonesia, mewisuda 20 lulusan Pendidikan Profesi Arsitek. Setelah mengikuti pendidikan khusus selama satu tahun para lulusan ini kemudian mendapatkan gelar P.Ars.
Ketua Program Studi Profesi Arsitek Dr Ar Yulianto Purwono Prihatmaji ST MT IPM IAI menjelaskan para wisudawan ini telah menyelesaikan pendidikan tepat waktu.
“Selama 4 tahun terakhir, tingkat kelulusan tepat waktu PPA mencapai 100 persen lulus tanpa terkecuali,” katanya di kampus UII Jalan Kaliurang Km 14,5, Sleman.
Dikatakan program ini sejak dibuka pada 2019 telah meluluskan 366 orang.Yulianto menambahkan secara keseluruhan di Indonesia sampai saat ini jumlah pemegang STRA (Surat Tanda Registrasi Arsitek) sebanyak 8.474 orang.
Belum ideal
Ia menambahkan jumlah itu masih belum ideal. Idealnya, jelasnya rasionya adalah 1:15.000 penduduk.Ia menjelaskan, dengan pendidikan ini para lulusan Pendidikan Profesi Arsitek kemudian mendapatkan 4 senjata untuk meniti karier.
Keempatnya adalah sertifikat pendidikan profesi arsitek, transkrip nilai, surat keterangan pendamping ijazah dan kartu anggota IAI.
Di samping itu, mereka juga mendapat sertifikat kompetensi SKK Arsitek jenjang 7 dengan kualifikasi asisten arsitek. Dari 20 wisudawan, satu orang lulus dengan predikat suma cumlaude dengan IPK 4 atas nama Aulia A Fatihah yang bergabung melalui zoom karena sedang melanjutkan studi di Inggris.
Kemudian, sebanyak 13 orang lulusan dengan predikat dengan pujian.Meski telah mengantongi Sertifikat Profesi Arsitek, namun mereka masih harus menjalani masa magang selama dua tahun sebelum kemudian mendapatkan gelar Arsitek. (AGT/M-01)








