
BUPATI Sleman Harda Kiswaya mengapresiasi jajaran Kodim 0732/Sleman serta seluruh elemen yang terlibat sebagai motor penggerak pembangunan.
Hal itu dikatakan Bupati Harda saat memimpin upacara pembukaan Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap IV Tahun Anggaran 2026 Kabupaten Sleman di Lapangan Klidon, Kalurahan Sukoharjo, Kapanewon Ngaglik, Selasa.
Menurutnya, melalui kolaborasi lintas sektoral ini, pemerintah berharap dapat mempercepat pembangunan di tingkat desa, mewujudkan ketahanan wilayah, serta mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat.
“Kegiatan ini adalah wujud nyata dari kolaborasi dan sinergi antara TNI, Pemerintah Daerah, dan masyarakat dalam upaya mempercepat pelaksanaan pembangunan di daerah, terutama di wilayah pedesaan,” ujar Harda Kiswaya.
Tepat waktu
Harda berharap seluruh target sasaran ini dapat rampung tepat waktu dan tepat mutu agar manfaatnya langsung dirasakan secara berkelanjutan oleh warga.
Selaras dengan nama “Sengkuyung”, ia mengajak masyarakat untuk memperkuat semangat gotong royong dan menjaga hasil pembangunan tersebut.
“Saya berharap hasil dari pelaksanaan program TMMD ini mendukung kalurahan di Kabupaten Sleman menjadi kalurahan mandiri, yaitu kalurahan yang memiliki ketahanan pangan, aksesibilitas yang baik, serta lingkungan yang sehat,” tutur Bupati Sleman.
Pelaksanaan TMMD Sengkuyung Tahap IV kali ini menyasar dua sektor utama di Kalurahan Sukoharjo yang meliputi pembangunan fisik dan non fisik.
Wawasan kebangsaan
Pembangunan fisik meliputi pengecoran blok jalan sepanjang 315 meter, pembuatan talud sepanjang 540 meter, pemasangan paving blok halaman masjid seluas 285 meter persegi, rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sebanyak 2 unit rumah.
Adapun sasaran nonfisik meliputi penyuluhan wawasan kebangsaan, penyuluhan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas), penyuluhan pencegahan stunting melalui optimalisasi peran Posyandu dan Posbindu penyakit tidak menular.
Program ini didukung oleh total anggaran sebesar Rp525.000.000, yang bersinergi dari APBD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) senilai Rp75.000.000 dan APBD Kabupaten Sleman sebesar Rp450.000.000.
Swadaya masyarakat
Komitmen ini diperkuat oleh swadaya masyarakat sekitar berupa dukungan logistik senilai Rp30.000.000 serta pengerahan tenaga harian sekitar 20 orang.
Guna menyelesaikan seluruh target operasional, 1 Satuan Setingkat Kompi (SSK) TNI diterjunkan langsung untuk bahu-membahu bekerja bersama warga Kelurahan Sukoharjo selama satu bulan penuh.
Operasi kemanunggalan ini dijadwalkan berlangsung selama 30 hari ini akan berakhir pada 11 November 2026 mendatang. (Agt/M-01)






