WHA Italia Raih Penghargaan Indonesia Halal Awards 2026

BADAN Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) memberi penghargaan Excellence in European Halal Certification Innovation and Export Assurance untuk World Halal Authority (WHA).

Pemberian penghargaan untuk lembaga sertifikasi halal internasional yang berpusat di Milan, Italia itu dilakukan dalam acara Indonesia Halal Awards 2026 yang merupakan rangkaian The 5th Summit of Halal-20 (H20)di Trans Hotel Jakarta pada Minggu (20/9).

Penghargaan ini menempatkan WHA sebagai penerima dari klaster Internasional, mewakili kontribusi lembaga sertifikasi halal Eropa dalam memperkuat infrastruktur jaminan halal lintas benua.

“Klaster Internasional Indonesia Halal Awards 2026 memberi ruang pengakuan bagi lembaga sertifikasi halal lintas negara yang memiliki model operasional khas dan kontribusi nyata pada ekosistem halal global.”

“WHA menampilkan arsitektur layanan sertifikasi halal Eropa yang terintegrasi, mulai dari asesmen teknis, pelatihan, layanan advisory, hingga infrastruktur verifikasi sertifikat yang transparan,” ujar Fertiana Santy, S.Kep., Ns., MPPM, CM, Ph.D., Direktur Kemitraan dan Kerja Sama BPJPH Republik Indonesia sekaligus anggota Dewan Juri Indonesia Halal Awards 2026, dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa (7/10).

Penjurian berlapis

Penghargaan Excellence in European Halal Certification Innovation and Export Assurance untuk World Halal Authority (WHA). (Dok.Ist)

Penghargaan diberikan setelah melalui proses penjurian berlapis oleh Dewan Juri Indonesia Halal Awards 2026 yang beranggotakan empat tokoh lintas kompetensi.

Dewan juri terdiri dari Prof. Dr. apt. Zilhadia, M.Si., Dekan FIKES UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sekaligus Guru Besar Bidang Analisis Farmasi, untuk domain halal science, obat, kosmetik, dan bahan baku.

BACA JUGA  Tim Reactics UGM Raih Juara 1 Kompetisi Internasional ChemCar di Jerman

Fertiana Santy, S.Kep., Ns., MPPM, CM, Ph.D., Direktur Kemitraan dan Kerja Sama BPJPH Republik Indonesia, untuk domain regulator dan kemitraan halal.

Drs. Arief Hidayat Thamrin, M.M., Koordinator Data Riset dan Awards Management Specialist sekaligus CEO Salutee, untuk domain riset, media, dan awards management; serta Prof. Dr. Istianingsih Sastrodiharjo, SE, SH, M.S.Ak., Guru Besar Universitas Bhayangkara Jakarta Raya, untuk domain corporate governance, etika bisnis, dan kinerja organisasi.

Dalam pertimbangan penjurian, WHA dinilai atas model operasional yang khas sebagai lembaga sertifikasi halal berbasis Eropa.

Kombinasi layanan

Penghargaan Excellence in European Halal Certification Innovation and Export Assurance untuk World Halal Authority (WHA). (Dok.Ist)

WHA mengkombinasikan asesmen teknis, alur kerja terdigitalisasi, verifikasi sertifikat berbasis publik, program pelatihan, layanan advisory, serta komitmen risk-sharing dengan klien melalui skema pengembalian biaya sertifikasi dan audit tahun berjalan jika sertifikat tidak diakui di pasar tujuan tertentu, dengan syarat dan ketentuan yang berlaku.

Kombinasi layanan inilah yang menurut dewan juri menjadikan WHA sebagai representasi lembaga sertifikasi halal Eropa dengan arsitektur layanan yang terintegrasi.

Dewan juri juga menyoroti kedalaman cakupan sektoral WHA. Berdasarkan publikasi korporasi, WHA menyediakan layanan sertifikasi halal untuk delapan sektor industri, mencakup agrifood, kesehatan dan bantuan, kosmetik, katering dan hotel, perawatan diri, mobilitas dan logistik, kimia dan farmasi, serta keuangan dan asuransi.

BACA JUGA  UIN Sunan Kalijaga Luncurkan D4 Terapan Teknologi Produksi Halal

Keluasan cakupan sektoral ini memberi WHA profil khas sebagai lembaga sertifikasi halal multi-sektor, bukan sekadar lembaga pangan.

Empat tahap

Kapabilitas kelembagaan WHA turut menjadi dasar pertimbangan. Berdasarkan statistik yang dipublikasikan WHA di laman resminya, lembaga ini mencatatkan lebih dari 1.000 klien, 12.000 sertifikat yang telah diterbitkan, 5.000 audit, 25.000 produk tersertifikasi, dan 5.000 jam pelatihan.

WHA juga menerapkan proses sertifikasi empat tahap yang terstruktur, mulai dari administrasi awal, telaah teknis, audit atau inspeksi lapangan, hingga penerbitan sertifikat dengan referensi dan aktivitas yang terdefinisi.

Infrastruktur verifikasi sertifikat publik WHA memungkinkan pengguna memeriksa nomor sertifikat, nama perusahaan, kategori, tanggal terbit, kedaluwarsa, dan status validitas secara daring.

Profil internasional WHA turut memperkuat kelayakan nominasi. Pada 29 November 2024, Kementerian Luar Negeri Malaysia melaporkan kunjungan Wakil Perdana Menteri Malaysia Dato’ Seri Dr Ahmad Zahid Hamidi ke kantor pusat WHA di Milan.

Konektivitas perdagangan halal

Kunjungan ini menjadi penanda pengakuan diplomatik tingkat tinggi atas peran WHA dalam ekosistem sertifikasi halal Eropa dan konektivitas perdagangan halal lintas kawasan.

Fertiana menambahkan bahwa cakupan sektoral WHA yang luas dan komitmen risk-sharing dengan klien menjadi faktor pembeda yang menonjol dalam deliberasi dewan juri.

“Dewan juri memandang model layanan WHA sebagai contoh bagaimana lembaga sertifikasi halal di luar negara mayoritas Muslim dapat membangun infrastruktur jaminan halal yang kredibel, berorientasi ekspor, dan selaras dengan kebutuhan produsen Eropa yang ingin masuk ke pasar halal global.”

BACA JUGA  8 Negara Eropa Berburu Tiket Terakhir ke Piala Dunia

“Pengakuan ini sekaligus menegaskan pentingnya kemitraan lintas kawasan dalam membangun rantai pasok halal yang saling mengakui standar, terutama menjelang penerapan penuh Wajib Halal di Indonesia pada Oktober 2026,” tambahnya.

Indonesia Halal Awards 2026 juga memberikan pengakuan kepada penerima dari delapan klaster lain, mencakup Lembaga Pemeriksa Halal, Badan Usaha Milik Negara, Lembaga Pendamping Proses Produk Halal, Pendamping Proses Produk Halal, Pemerintah Daerah, Makanan Minuman dan Kosmetik, Leadership, serta Institusi Keuangan.

Tentang World Halal Authority (WHA)

World Halal Authority (WHA) merupakan lembaga sertifikasi halal internasional yang berpusat di Milan, Italia, dengan nomor VAT 09930290961. WHA menyediakan layanan sertifikasi, audit dan inspeksi, pelatihan tingkat lanjut, serta dukungan advisory bagi perusahaan yang menerapkan standar halal dan sistem mutu.

Cakupan sektoral WHA mencakup agrifood, kesehatan dan bantuan, kosmetik, katering dan hotel, perawatan diri, mobilitas dan logistik, kimia dan farmasi, serta keuangan dan asuransi.  (*/N-01)

Dimitry Ramadan

Related Posts

Perguruan Tinggi Diharap Siap Hadapi Perubahan dan Inovatif

INSTITUT Teknologi Bandung (ITB) menjadi tuan rumah penyelenggaraan Akademi Kepemimpinan Pendidikan Tinggi (AKPT) Angkatan 1 Tahap III Tahun 2026 yang digelar Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), pada Kamis-Jumat…

Gelar Festival, Unisa Utamakan Konsep Ramah Lingkungan

UNIVERSITAS ‘Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta akan menggelar Unisa Fest yang mengedepankan konsep ramah lingkungan atau eco-green. Kegiatan yang akan berlangsung pada Jumat (9/10) dan Sabtu (10/10) ini akan diselenggarakan di kampus…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Bupati Sleman Minta para Lurah Hasil PAW Beri Pelayanan Terbaik

  • October 8, 2026
Bupati Sleman Minta para Lurah Hasil PAW Beri Pelayanan Terbaik

Rayakan HUT Jatim, 350 SMK Beri Layanan Servis Gratis Sepeda Motor

  • October 8, 2026
Rayakan HUT Jatim, 350 SMK Beri Layanan Servis Gratis Sepeda Motor

Klub Indonesia Unjuk Daya Saing di Asia, Raih Hasil Positif

  • October 8, 2026
Klub Indonesia Unjuk Daya Saing di Asia, Raih Hasil Positif

Angkutan Retail Kalog Catat Kinerja Tertinggi pada Triwulan III

  • October 8, 2026
Angkutan Retail Kalog Catat Kinerja Tertinggi pada Triwulan III

Pengamat Apresisi Konsolidasi Prabowo dengan 800 Pati TNI-Polri

  • October 8, 2026
Pengamat Apresisi Konsolidasi Prabowo dengan 800 Pati TNI-Polri

Perguruan Tinggi Diharap Siap Hadapi Perubahan dan Inovatif

  • October 8, 2026
Perguruan Tinggi Diharap Siap Hadapi Perubahan dan Inovatif