
WARGA Kecamatan Jabon Kabupaten Sidoarjo resah dengan kondisi Sungai Porong yang mengalami pendangkalan parah dan kerusakan tanggul. Pendangkalan diduga dipicu oleh pembuangan lumpur melalui pipa di titik 42 dan titik 25 di sekitar Jembatan Tol HK.
Kondisi tersebut memperparah endapan di aliran sungai dan mengancam keselamatan warga, terutama saat debit air meningkat di musim hujan.
Warga Jabon, Mursied, mengungkapkan bahwa pembuangan lumpur secara terus-menerus memicu kemunculan sedimen yang mempercepat proses pendangkalan sungai.
”Di dekat lokasi pembuangan terlihat endapan lumpur. Ini membuat sungai semakin dangkal,” kata Mursied, Rabu (7/10).
Khawatir banjir bandang

Selain pendangkalan, fondasi tanggul di sisi selatan sungai dilaporkan retak dan terkikis aliran air. Warga khawatir struktur tanggul yang tergerus berpotensi longsor mendadak dan memicu banjir bandang, mengingat pemukiman warga berada persis di bawah elevasi tanggul.
Imam, warga Jabon lainnya, mengingatkan riwayat bencana serupa yang pernah menerjang wilayah Tambak Kalisogo pada era 1970–1980-an akibat tanggul jebol.
”Kami khawatir kalau dibiarkan. Saat air besar, gerusan bisa semakin parah dan tanggul bisa longsor,” ujar Imam.
Dampak dari sedimentasi ini juga meluas ke sektor ekonomi dan lingkungan. Penurunan kualitas air dan rusaknya biota sungai mengganggu produktivitas tambak bandeng serta udang hingga ke kawasan muara.
Alih komoditas

Sejumlah petambak bahkan mulai beralih komoditas akibat hasil panen yang terus menurun.
Warga mendesak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dan pemerintah daerah segera meninjau lokasi pembuangan serta melakukan penanganan teknis.
Langkah yang diusulkan mencakup penguatan struktur tanggul, pembangunan plengsengan, dan pemasangan alat pemecah gelombang di titik-titik rawan sebelum puncaknya musim hujan. (OTW/M-01)







