
GUBERNUR Jawa Barat Dedi Mulyadi terus berupaya meningkatkan penyerapan tenaga kerja. Salah satunya dengan memperkuat integrasi sekolah menengah atas (SMA) dan sekolah menegah kejuruan (SMK) dengan dunia industri.
Kedua belah pihak akan dijembatani untuk berkolaborasi menyiapkan siswa SMA dan SMK agar memiliki keahlian teknis yang dibutuhkan. Tak sampai di situ, SMK yang diminta punya spesifikasi khusus sehingga begitu lulus langsung terserap industri.
“Ke depan, tenaga teknis harus dipersiapkan sejak kelas 10 SMA dan SMK. Nanti kelasnya terintegrasi (dengan industri),” kata KDM saat menghadiri peresmian pabrik kendaraan listrik BYD di Subang Smartpolitan Industrial Park, Kamis (3/9/2026).
Perkuat daya saing
Pada acara itu, KDM menyempatkan diri melihat proses manufaktur kendaraan listrik dan berinteraksi dengan para pekerja. Ia pun senang mengetahui para pekerja berasal dari sejumlah daerah di Jawa Barat. Hal itu menunjukkan adanya penyerapan tenaga kerja lokal.
Ia berharap setiap investasi yang masuk ke Jabar dapat membuka lapangan kerja baru, menggerakkan ekonomi daerah dan memperkuat daya saing Jawa Barat.
Dampaknya, Jawa Barat dapat terus memperkuat posisinya sebagai motor ekonomi nasional dan lokomotif investasi industri manufaktur Indonesia. (RO/YY/N-01)







