Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan UII Ganti Nama Jadi FTDI

GUNA memenuhi kebutuhan zaman dan mengikuti perkembangan teknologi, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP) Universitas Islam Indonesia (UII) bertransformasi menjadi Fakultas Teknik Desain Inovasi (FTDI).

Perubahan dari FTSP menjadi FTDI ini ditandai dengan kegiatan Sarasehan dan Soft Launching FTDI pada Rabu, yang mengusung tema ‘Engineer the Future, Sustain the World’ di kampus UII Terpadu Jalan Kaliurang KM.14, Sleman.

Dalam kesempatan tersebut Rektor UII Prof. Hari Purnomo mengatakan dengan perubahan ini diharapkan fakultas akan mampu menyesuaikan/berbagai kemajuan teknologi dan sekaligus menyiapkan lulusannya yang memiliki kualitas yang sesuai dengan tuntutan zaman.

Menurut dia, dengan nomenklatur baru yang sesuai dengan penamaannya yang sekarang, diharapkan segera mempersiapkan langkah-langkah untuk membuka program studi baru.

Kekinian

Namun ia mengingatkan, program studi baru tersebut harus kekinian. Sebab, jika tidak maka program studi tersebut “tidak laku” dan tidak banyak diminati masyarakat.

Prof. Hari Purnomo menjelaskan transformasio memang diperlukan karena mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan.Ia mengingatkan kondisi ibarat roda, yang beberapa waktu lalu banyak diminati, bisa jai ke depan berputar menjadi yang kurang dan bahkan tidak diminati masyarakat.

BACA JUGA  Prodi Informatika UII Siap Buka Pendidikan Jarak Jauh

“Banyak prodi atau program studi yang kini bisa ditangani oleh kecerdasan buatan atau AI, kini peminatnya turun,” katanya.

Bersaing dengan AI

Rektor kemudian menyontohkan yang mengalami penurunan minat antara lain arsitektur, informatika desain visual dan lainnya. Karena itu, jelasnya, untuk pengembangan ke depan diharapkan membuka prodi yang bisa berdampingan dengan AI atau bahkan yang belum bisa dimasuki oleh AI.

“Pembukaan prodi baru harus dipikirkan betul, agar prodi tersebut tetap banyak diminati,” ujarnya.

Di sisi lain, Rektor mengingatkan untuk menjaring mahasiswa baru, saat ini banyak perguruan tinggi swasta yang harus bersaing ketat dengan perguruan tinggi negeri terutama yang telah berstatus sebagai PTNBH.

Respon perubahan

Perguruan tinggi negeri khususnya yang berstatus PTNBH, ujarnya akan berusaha menjaring mahasiswa baru sebanyak-banyaknya.

“Untuk itu perguruan tinggi swasta dituntut untuk terus berinovasi agar tetap diminati dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

BACA JUGA  AI tidak Bisa Menggantikan Peran Guru

Rektor UII, Prof. Hari Purnomo menegaskan pembentukan identitas FTDI merupakan langkah strategis UII dalam merespons perubahan lanskap pendidikan dan profesi.

Transformasi ini diharapkan memperkuat pendidikan lintas disiplin, pengembangan teknologi, kolaborasi dengan dunia industri, serta relevansi lulusan dalam menghadapi tantangan nasional dan global.

“Perubahan nama ini menegaskan cara pandang yang lebih integratif. Kompetensi teknik tetap menjadi fondasi, kemudian diperkaya dengan kemampuan desain, pemanfaatan teknologi, dan keberanian berinovasi. Melalui ekosistem tersebut, FTDI diharapkan melahirkan lulusan dan karya yang relevan secara global, tetapi tetap berakar pada nilai-nilai keislaman dan keindonesiaan.”

Amanah pendidikan

Sementara Ketua Pengembangan Pendidikan Yayasan Badan Waqaf UII, Prof. Allwar,  mengatakan transformasi FTSP menjadi FTDI sebagai bagian dari amanah pendidikan UII untuk mengembangkan ilmu pengetahuan yang bermanfaat bagi umat dan peradaban.

Keunggulan akademik diharapkan berjalan beriringan dengan akhlak, kepedulian sosial, dan tanggung jawab terhadap keberlanjutan lingkungan.

“FTDI diharapkan menjadi ruang tumbuh bagi insan akademik yang unggul dalam ilmu, kuat dalam akhlak, dan peka terhadap persoalan masyarakat. Teknik, desain, dan inovasi harus berjalan bersama untuk melahirkan ikhtiar yang membawa kemaslahatan, memperkuat peradaban, dan menjaga keberlanjutan bumi,” ujarnya.

BACA JUGA  UII Gelar Wisuda Sekolah Lansia Standar 1

Perluas kolaborasi

Sedangkan Dekan FTDI UII, Ir. Miftahul Fauziah,  menyampaikan bahwa FTDI dibangun di atas fondasi, pengalaman, dan rekam jejak FTSP yang telah berkembang selama ini.

Identitas baru tersebut tidak menghilangkan perjalanan sebelumnya, tetapi memperluas ruang kolaborasi dan memperkuat relevansi fakultas terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, profesi, dan kebutuhan masyarakat.

“FTDI bukan meninggalkan perjalanan FTSP, melainkan melanjutkan dan memperkuatnya. Teknik Sipil, Arsitektur, dan Teknik Lingkungan tetap berkembang dengan identitas keilmuannya masing-masing, sekaligus semakin terhubung untuk menjawab persoalan infrastruktur, ruang, kota, dan lingkungan secara lebih utuh. Inilah semangat Engineer the Future, Sustain the World,” ujarnya. (AGT/M-01)

Related Posts

Perguruan Tinggi Didorong Raih Reputasi Global

PERGURUAN TINGGI didorong untuk melakukan transformasi organisasi untuk mengejar reputasi global tanpa harus kehilangan jati diri. Hal itu disampaikan Menko PMK Pratikno saat mengisi pelatihan Akademi Kepemimpinan Pendidikan Tinggi (AKPT)…

Mahasiswa UPI Sumbang Perak untuk Indonesia di Asian Games 2026

MAHASISWA Program Studi Pendidikan Kepelatihan Olahraga (PKO), Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan (FPOK) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Rendi Setia Maulana, turut mengantarkan Indonesia meraih medali perak pada Asian Games Aichi-Nagoya…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Kemenimipas Menonaktifkan Lima Pejabat Lapas Cibinong untuk Diperiksa

  • September 26, 2026
Kemenimipas Menonaktifkan Lima Pejabat Lapas Cibinong untuk Diperiksa

Putin: Rusia tidak Punya Motif untuk Menyerang Eropa

  • September 26, 2026
Putin: Rusia tidak Punya Motif untuk Menyerang Eropa

Rahmat Erwin Persembahkan Emas Kedua Indonesia dari Cabang Angkat Besi

  • September 26, 2026
Rahmat Erwin Persembahkan  Emas Kedua Indonesia dari Cabang Angkat Besi

Kemensos Dorong Transformasi Puskesos Pemberdayaan Sosial di Sleman

  • September 26, 2026
Kemensos Dorong Transformasi Puskesos Pemberdayaan Sosial di Sleman

Putra Presiden Pertama RI, Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia

  • September 26, 2026
Putra Presiden Pertama RI, Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia

Bekuk Singapura di Laga Perdana, Timnas Indonesia Tuntaskan Dendam

  • September 25, 2026
Bekuk Singapura di Laga Perdana, Timnas Indonesia Tuntaskan Dendam