
GUBERNUR Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menyalurkan bantuan sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) Plus dan sejumlah program perlindungan sosial lainnya di Kabupaten Sidoarjo. Total bansos yang disalurkan mencapai Rp3 miliar.
Penyaluran bansos di Sidoarjo itu adalah titik kedua setelah sebelumnya dilakukan di Kabupaten Pasuruan. Khofifah menargetkan seluruh penyaluran bansos di Jatim rampung sebelum 1 Maret sebagai bantalan sosial menghadapi tekanan ekonomi.
“Ini bagian dari bantalan sosial dan ekonomi. Harapannya menjelang Ramadan panjenengan semua lebih tenang, karena bantuan ini bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan keluarga,” kata Khofifah di Pendopo Delta Wibawa Pemkab Sidoarjo, di Sidoarjo, Selasa (17/2).
Rincian penerima bansos di Sidoarjo antara lain PKH Plus bagi 533 keluarga dan bantuan sosial penyandang disabilitas 66 jiwa.
Kelompok rentan
Selanjutnya KIP Putri Jawara 100 jiwa, KIP PPKS Jawara sembilan jiwa, bantuan permakanan LKS lansia 10 jiwa, bantuan bagi pilar sosial (SDM PKH Plus, dan pendamping disabilitas, TKSK, dan Tagana 77 jiwa. Selain itu zakat produktif 50 penerima, serta dukungan bagi 5 BUMDesa, 2 Desa Berdaya, dan 3 Desa Jatim Puspa.
Khofifah mengatakan, program zakat produktif menyasar pelaku usaha ultra mikro agar bisa meningkatkan ekonomi keluarga dan keluar dari kemiskinan ekstrem. Sementara PKH Plus dan bansos lainnya difokuskan pada kelompok rentan seperti lansia, disabilitas, dan perempuan kepala keluarga.
“Kalau Putri Jawara ini orang tua tunggal, harapannya bisa menjadi tulang punggung ekonomi keluarga. Zakat produktif untuk pejuang usaha ultra mikro agar mendapat permodalan,” kata mantan menteri sosial ini.
Cegah kesalahan
Khofifah juga meminta para pilar sosial di daerah memastikan ketepatan data penerima bansos, termasuk mencegah kesalahan inklusi maupun eksklusi. Ia menegaskan, selama tiga bulan ke depan tidak ada penonaktifan peserta PBI Jaminan Kesehatan di Jawa Timur agar masyarakat dengan penyakit kronis tetap terlindungi.
“Semua tetap jalan, reaktivasi langsung dilakukan supaya tidak ada yang gelisah atau khawatir, terutama yang punya penyakit kronis,” tegas Khofifah.
Khofifah juga mengapresiasi peran Tagana dan SDM PKH yang dinilai menjadi ujung tombak distribusi bansos dan penanganan bencana di Jatim. Dia berharap seluruh bantuan dimanfaatkan sebaik mungkin dan membawa keberkahan bagi penerima.
“Perilaku sosial panjenengan semua ini yang memastikan bansos sampai kepada penerima. Mudah-mudahan yang diterima hari ini memberi manfaat dan keberkahan bagi kita semua,” pungkas Khofifah. (OTW/N-01)






