
FIFA resmi menunjuk Indonesia sebagai tuan rumah turnamen FIFA Series 2026, yakni ajang dua tahunan berupa laga persahabatan internasional antarnegara dari berbagai konfederasi. Ajang FIFA Series itu pertama digelar pada 2024.
“FIFA Series bertujuan membuka potensi perkembangan bagi pemain, pelatih, dan penggemar, sekaligus mempromosikan universalitas dan keberagaman sepak bola melalui pertandingan yang bermakna. Edisi 2026 akan semakin meningkatkan dampak tersebut untuk sepak bola putra dan putri,” ujar Presiden FIFA Gianni Infantino dikutip laman FIFA.
Menanggapi kepercayaan FIFA tersebut, Ketua umum PSSI, Erick Thohir meminta untuk dimaksimalkan. Sebab mereka akan menghadapi tim-tim kuat dari berbagai federasi.
“Ini adalah kesempatan besar yang harus kita manfaatkan untuk terus menguji dan menaikkan level Timnas. Dengan menghadapi lawan dari luar Asia secara rutin, para pemain akan terbiasa secara mental dan kualitas teknis,” kata Erick dikutip dari akun Instagramnya.
Belajar permainan berbeda

“Ini adalah jalan terjal, sekaligus peluang untuk membangun tim yang tangguh dan siap bersaing di level dunia,” lanjutnya.
FIFA Series bertujuan menambah pengalaman internasional dan mendukung pemerataan perkembangan sepak bola global. Melalui FIFA Series, Timnas dijadwalkan bertanding melawan perwakilan Afrika (CAF), Eropa (UEFA), Amerika Selatan (CONMEBOL), Amerika Utara, Tengah, dan Karibia (CONCACAF), serta Oseania (OFC).
Format tersebut memungkinkan Indonesia mempelajari gaya permainan berbeda, mulai dari fisik Afrika, disiplin taktis Eropa, kreativitas Amerika Selatan hingga kecepatan tim CONCACAF.
Pada edisi 2026, Indonesia bergabung sebagai tuan rumah bersama Australia, Azerbaijan, Kazakhstan, Mauritius, Puerto Rico, Rwanda, dan Uzbekistan.
Lima negara
FIFA Series pertama pada 2024 digelar di lima negara, yakni Aljazair, Azerbaijan, Mesir, Arab Saudi, dan Sri Lanka, dengan format mempertemukan tim-tim lintas benua dalam satu venue.
Adapun pada FIFA Series 2026 yang akan digelar pada Maret dan April tahun depan, akan digelar di Indonesia, Australia, Azerbaijan, Kazakhstan, Mauritius, Puerto Rico, Rwanda, dan Uzbekistan. (*/N-01)







