
DEWA United Banten gagal memaksimalkan posisinya sebagai tuan rumah. Saat menghadapi Persebaya Surabaya di Banten International Stadium (BIS), Serang, Jumat (26/9) malam WIB, Dewa United hanya mampu bermain imbang 1-1.
Padahal mereka sepertinya hampir saja memenangi laga. Namun petaka terjadi di penghujung laga. Gol penalti kapten Persebaya Surabaya Bruno Moreira pada injury time membuyarkan kemenangan Banten Warriors--julukan Dewa United.
Hebatnya lagi, Bajul Ijo mampu menahan imbang Dewa United meski hanya bermain dengan 10 pemain sejak menit 38 tim. Namun Persebaya mampu menunjukan karakternya sebagai salah satu tim papan atas di Tanah Air.
Dengan hasil itu, Dewa United berada di posisi tujuh klasemen dengan 10 poin dengan tujuh pertandingan. Sedangkan Persebaya di posisi lima dengan 10 poin dengan enam pertandingan.
Zona degradasi
Sementara itu, Semen Padang FC semakin terpuruk seusai kembali menelan kekalahan di kandang sendiri. Bali United-lah yang menjadi mimpi buruk Kabau Sirah–julukan Semen Padang.
Dalam duel di Stadion Haji Agus Salim, Padang, Sumatera Barat, Semen Padang takluk 1-3. Ketiga gol pasukan Serdadu Tridatu julukan Bali United dicetak Boris Kopitovic pada menit 45+1 (penalti), Reyner Immanuelo Barusu (73′), dan Muhammad Rahmat (98′). Sementara, gol Semen Padang FC diciptakan Cornelius Stewart pada menit 77.
Dengan kekalahan tersebut Semen Padang FC terlempar ke posisi 17 klasemen sementara, atau zona degradasi setelah mengoleksi empat poin dari enam pertandingan. Sementara, bagi Bali United di urutan delapan dengan torehan sembilan poin hasil tujuh laga.
“Saya sangat senang dengan pertandingan ini, dan ini pertandingan yang paling gila,” kata pelatih Bali United Johnny Jansen usai pertandingan.
Di sisi lain, pelatih Semen Padang FC Eduardo Almeida mengatakan di babak pertama para pemain bermain cukup bagus, namun semua peluang mereka gagal menjadi gol. (*/N-01)








