Kolaborasi Sastra dan Rupa di Pameran Teks Merupa, Merupakan Teks

Kolaborasi genre seni yakni seni sastra dan seni rupa, diusung 3 seniman APA–Arif Khilwa , Putut Pasopati, Aloeth Pati . Konsep pekerjaan seni bersama itu diwujudkan di pameran bertajuk Teks Merupa, Merupakan Teks.

Pameran kolaborasi sastra dan rupa itu berlangsung di Rumah Khalwat Balai Budaya Rejosari, Kudus, Jawa Tengah.

pameran mulai 29 Agustus hingga 29 September 2025, dengan reservasi untuk pengunjung.

Tiga pekerja seni itu bertemu bukan menyoal perbedaan, justru mencoba menarik benang merah pertautan dua disiplin seni saling dukung dalam membaca dan memaknai.

Kolaborasi seni selayaknya hybrid art

Kolaborasi seni, kerja dua arah saling menafsir dan melahirkan terjemahan ke bentuk yang mereka geluti masing-masing selama ini. Pameran kolaborasi yang layaknya hybrid art menjadi konsep pekerjaan seni bersama.

BACA JUGA  Tidak Terima Istri Diselingkuhi, Suami Nekad Bunuh Teman Threesomenya

Bagaimana seni rupa menerjemahkan teks dan teks menerjemahkan seni rupa . Kerja Kolaboratif ini juga akan menjadi titik awal untuk dikembangkan menjadi hybrid art pada pertautan dengan disiplin seni yang lebih luas.

Arif Khilwa , Putut Pasopati, dan Aloeth Pati berpandangan hasil karya bersama itu membuka simpul untuk saling memberi inspirasi.

Hasilnya, yakni karya yang berproses, bukan karya akhir. Karena hasil akhir adalah penanda pertemuan tafsir itu sendiri.

Kolaborasi seni hadirkan pameran yang segar

Di sisi lain, perupa asal Pati Putut Pasopati di pameran itu mengusung karya yang berdialog dengan bait-bait puisi.

Pameran pun dipandang menjadi segar dengan memberikan pengunjung dan penikmat seni untuk membaca dan melihat. Secara bebas menafsirkan bahasa menjadi gambar, atau sebaliknya gambar menjadi kata-kata.

BACA JUGA  Pameran Lukisan Memanfaatkan Galeri Alternatif Desa

Pameran kolaborasi seni itu juga men jadi salah satu rangkaian acara tradisi Ngangsu Banyu, sebuah rangkaian yang tidak sekadar merayakan kreativitas, melainkan juga merawat ingatan dan spiritualitas lokal.

Memasuki raung pamer, pengunjung juga dapat menikmati kolaborasi instalasi buah karya bersama Gadhing Hiftyandra, Citra Dwi Kurniawan, Rudik Hartono, dan Puji Boneng. (Putut Pasopati/W-01)

 

bowo prasetyo

Related Posts

Ibu dan Dua Anak Terkubur Longsor di Tanah Sepenggal, Seorang Meninggal

SEORANG ibu bersama anaknya terkubur bencana tanah longsor yang menimpa sebuah rumah di Desa Empelu, Kecamatan Tanah Sepenggal, Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi, Rabu (13/5). Namun berkat kerja keras Tim SAR…

Bandara Juanda Sabet Penghargaan WISCA 2026

BANDARA Internasional Juanda di Kabupaten Sidoarjo mencatatkan prestasi perdana di bidang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dengan meraih penghargaan World Safety Organization Indonesia Safety Culture (WISCA) 2026. Bandara di bawah…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Bekuk Al-Rayyan 3-1, Hyundai Capital Lolos ke Semifinal AVC

  • May 13, 2026
Bekuk Al-Rayyan 3-1, Hyundai Capital Lolos ke Semifinal AVC

Program Terpujilah GURU dari Sumedang Dirilis Telkomsel

  • May 13, 2026
Program Terpujilah GURU dari  Sumedang Dirilis Telkomsel

Awal Gemilang Bhayangkara di AVC Men’s Volleyball Champions League

  • May 13, 2026
Awal Gemilang Bhayangkara di AVC Men’s Volleyball Champions League

Ibu dan Dua Anak Terkubur Longsor di Tanah Sepenggal, Seorang Meninggal

  • May 13, 2026
Ibu dan Dua Anak Terkubur Longsor di Tanah Sepenggal, Seorang Meninggal

Bandara Juanda Sabet Penghargaan WISCA 2026

  • May 13, 2026
Bandara Juanda Sabet Penghargaan WISCA 2026

Perkuat Identitas Budaya, PSNB Ajak Pemkab Sidoarjo Lestarikan Seni Nusantara

  • May 13, 2026
Perkuat Identitas Budaya, PSNB Ajak Pemkab Sidoarjo Lestarikan Seni Nusantara