Jelang Acara Wisuda, Unpar Diteror Bom

TEROR bom dialami Universitas Parahyangan (Unpar) Bandung saat acara wisuda yang berlangsung pada 15-17 November. Para sivitas akademika Unpar pun panik. Mereka mendatangkan tim dari Jihandak Brimob Polda Jabar untuk melakukan penyisiran dan sterilisasi area wisuda.

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Jules Abraham Abast Jumat (15/11) membenarkan terkait adanya teror ancaman bom tersebut. Polda Jabar dengan Polrestabes Bandung telah menerima informasi dari pihak Unpar, terkait adanya selebaran surat berupa teror yang diberikan di dalam lingkungan kampus.

“Kami bersama Polrestabes Bandung sudah lakukan langkah-langkah. Pertama, tentu kami berkoordinasi dengan pihak rektorat karena surat itu ditujukan ke rektor tentunya. Lalu, kedua kami berkoordinasi dengan pihak keamanan kampus Unpar,” para Jules.

Langkah berikutnya, lanjut Jules, pihaknya melakukan upaya-upaya pengamanan dan bentuk upaya lain, seperti sterilisasi.

“Sejak semalam, sudah dilakukan sterilisasi oleh Jihandak Brimob Polda Jabar untuk mengetahui apakah ancaman ini teror yang diberikan ke pihak kampus, rektorat Unpar pada khususnya terkait penyelenggaraan wisuda,” terang Jules.

BACA JUGA  Rektor UII: Kita Hidup di Dunia yang tidak lagi Hargai Kepastian Tunggal

Tetap tenang

Hasil pemeriksaan lanjut Jules, tim Jihandak Brimob Polda Jabar belum menemukan tanda-tanda, sehingga artinya surat ancaman itu tentu bisa disikapi dengan bijak dan baik oleh kalangan kampus, maupun seluruh masyarakat Bandung dan Jabar.

“Sampai saat ini pihak kepolisian belum menemukan kebenaran teror bom itu. Tadi pagi juga tetap dilakukan pengamanan oleh pihak kepolisian jalannya wisuda,” ucap Jules.

Menurut Jules, ada ratusan personel yang ditempatkan di Unpar, hasil sterilisasi juga sampai saat ini tetap dilakukan pemantauan dan bagi pihak kampus atau mahasiswa yang akan mengikuti wisuda. Ataupun pihak keluarga sudah diberikan kartu pengenal, sebagai tanda ketika akan memasuki lingkungan kampus atau akan mengikuti wisuda di Unpar.

“Dengan demikian ada tanda pengenal hasil koordinasi antara kepolisian dengan Unpar. Kepolisian pun bakal terus mencoba menggali dan mendalami sejauh mana siapa yang menyebarkan teror ini,” tutur Jules.

BACA JUGA  Ijazah yang tak Sempat Digenggam itu Menjadi Penanda Perjuangan sang Sarjana Tata Boga

Mudah-mudahan kata Jules, dalam waktu dekat secepatnya bisa mengungkap siapa pelaku yang berusaha menimbulkan kekhawatiran di masyarakat terutama kampus yang merupakan tempat pendidikan.

Sementara itu pihak Unpar membenrkan adanya perihal surat kaleng berisi ancaman keamanan di lingkungan kampus. Untuk mengantisipasi ancaman itu, pihak Unpar telah berkoordinasi dengan sejumlah pihak, guna melakukan pemeriksaan. Hal itu untuk memastikan keamanan pelaksanaan kegiatan di lingkungan Kampus Unpar, terutama kegiatan akademik dan non akademik pada15-16 November 2024, secara khusus untuk pelaksanaan wisuda yang dijadwalkan akan berlangsung di tanggal tersebut.

Isi dari surat kaleng tertulis:

Surat ini adalah Peringatan untuk serangkaian acara wisuda yang dijadwalkan pada 15-17 November2024. Kami menyembunyikan beberapa bom panci dan bahan peledak plastiknya lainnya dalam ruang Auditorium Lt.2 Pusat Pembelajaran Arntz-Gelse, dan kami akan meledakkan ruang tersebut, jika acara tersebut terlaksana.

BACA JUGA  Divisi Pendidikan Dasar Idrisiyyah Gelar Wisuda Tahfidzul Quran

Pahami dengan jelas. Jika kegiatan ini dilanjutkan, kami tidak segan untuk bertindak. Anda hanya punya satu pilihan: Segera batalkan acara tersebut beserta segala kegiatan yang berhubungan dengannya kedepan, dan jangan harap berani melakukan penggeledahan, pemindaian, atau lebih parah, menghubungi aparat kepolisian/keamanan lainnya.

Segala upaya laindari disebut akan memiliki konsekuensi. Kami beri petunjuk lebih lanjut, terutama terkait titik peledak jika acara tersebut batal terlaksana. Kami percaya keputusan Anda dilakukan rahasia, tidak menimbulkan kegaduhan/kepanikan masal yang tidak perlu, dan terpenting, tidak melibatkan aparat.

Keputusan lain apa pun adalah taruhan langsung dengannya. Ini adalah Peringatan Pertama dan Terakhir Anda. Bertindak bijak, atau hadapi konsekuensinya. (Rava/N-01)

Dimitry Ramadan

Related Posts

Kemenimipas Menonaktifkan Lima Pejabat Lapas Cibinong untuk Diperiksa

UNTUK menindaklanjuti temuan Ombudsman perihal  adanya ruang tahanan yang mirip apartemen di Lapas Cibinong, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) akan melakukan investigasi. Untuk itu mereka menonaktifkan lima pejabat struktural Lapas…

Putra Presiden Pertama RI, Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia

KABAR duka menghampiri bangsa Indonesia dan PDI Perjuangan. Putra dari Presiden pertama RI, Soekarno yang juga adik dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri serta pendiri dari Sanggar Seni Mahardhika, Guruh…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Kemenimipas Menonaktifkan Lima Pejabat Lapas Cibinong untuk Diperiksa

  • September 26, 2026
Kemenimipas Menonaktifkan Lima Pejabat Lapas Cibinong untuk Diperiksa

Putin: Rusia tidak Punya Motif untuk Menyerang Eropa

  • September 26, 2026
Putin: Rusia tidak Punya Motif untuk Menyerang Eropa

Rahmat Erwin Persembahkan Emas Kedua Indonesia dari Cabang Angkat Besi

  • September 26, 2026
Rahmat Erwin Persembahkan  Emas Kedua Indonesia dari Cabang Angkat Besi

Kemensos Dorong Transformasi Puskesos Pemberdayaan Sosial di Sleman

  • September 26, 2026
Kemensos Dorong Transformasi Puskesos Pemberdayaan Sosial di Sleman

Putra Presiden Pertama RI, Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia

  • September 26, 2026
Putra Presiden Pertama RI, Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia

Bekuk Singapura di Laga Perdana, Timnas Indonesia Tuntaskan Dendam

  • September 25, 2026
Bekuk Singapura di Laga Perdana, Timnas Indonesia Tuntaskan Dendam