
BANJIR merendam 32 desa di Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan tim petugas gabungan telah diterjunkan untuk menangani dampak banjir di 32 desa tersebut.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangan mengatakan tim gabungan melakukan pendistribusian kebutuhan mendesak ke lokasi bencana.
Dalam laporan yang diterima BNPB, ketinggian muka air yang merendam rumah warga masih tinggi hingga dua meter pada Minggu (20/10).
Diharapkan hari ini sudah terjadi penurunan debit air atau surut.
Dari hasil asesmen tim gabungan di lapangan ada 2.192 rumah, sembilan fasilitas umum, dan sembilan fasilitas ibadah terdampak yang terendam.
Pemerintah Kabupaten Murung Raya telah mendirikan posko penanganan banjir dengan dapur umum dan bantuan logistik.
Dan beberapa tenda pengungsian, selimut, matras, terpal, kasur lipat, dan sembako.
Total 4.875 jiwa terdampak dan 83 jiwa di antaranya terpaksa dievakuasi ke beberapa titik pengungsian.
Di antaranya Aula Dinas PUPR Kabupaten Murung Raya, Aula Gedung Setda Murung Raya, Aula Masjis Al Istiqlal, Masjid al Jihad, dan Masjid Al Manar.
BPBD Kabupaten Murung Raya masih terus melaksanakan pemantauan air Sungai Barito di STA Dermaga Putir Sikan Puruk Cahu.
Tinggi muka air Sungai Barito pada level 9,2 meter (Status Siaga 1) setelah diguyur hujan sejak Kamis (17/10).
BNPB mengimbau masyarakat Kabupaten Murung Raya untuk tetap waspada potensi peningkatan banjir yang masih akan terjadi.
Prakiraan cuaca BMKG dalam beberapa hari ke depan Murung Raya masih berpotensi terjadi hujan siang hingga malam hari.
Bantuan sembako ke Murung Raya
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPBPK) Provinsi Kalimantan Tengah, Ahmad Toyib mengatakan sebanyak seribu paket sembako telah dikirim.
Tim pendahulu telah mengirim seribu paket sembako untuk mensuplai dapur umum dan sebagian langsung untuk korban banjir.
“Tim yang telah berangkat terdiri dari BPBPK, Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial,” kata Ahmad Toyib.
Hari ini, Senin (21/10) diterjunkan tim untuk membawa bantuan logistik lanjutan setelah mendapat laporan dari tim awal. (*/S-01)







